Pemprov Riau Larang PKS Turunkan Harga Sawit Sepihak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja disebuah Perusahaan sedang memuat buah Sawit ( poto : istimewa ).

Pekerja disebuah Perusahaan sedang memuat buah Sawit ( poto : istimewa ).

Riau, oegopost.id – Harga sawit petani Riau menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Pemprov Riau melalui Dinas Perkebunan langsung memperketat pengawasan setelah sejumlah pabrik kelapa sawit menurunkan harga Tandan Buah Segar (TBS).

Langkah cepat ini muncul setelah pasar bereaksi terhadap rencana aturan baru tata kelola ekspor sumber daya alam. Pemerintah daerah ingin menjaga harga sawit petani tetap stabil agar kondisi ekonomi masyarakat tidak terganggu.

Disbun Riau Temukan Harga TBS Turun

Dinas Perkebunan Riau menemukan penurunan harga TBS di beberapa wilayah. Padahal, harga Crude Palm Oil (CPO) dunia hanya turun tipis dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, meminta perusahaan tidak memakai situasi pasar sebagai alasan untuk menekan harga sawit petani.

“Kebijakan pemerintah pusat bertujuan memperkuat hilirisasi sawit nasional dalam jangka panjang. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk merugikan petani,” kata Supriadi.

Menurutnya, harga sawit yang stabil sangat penting karena banyak masyarakat Riau bergantung pada sektor perkebunan.

Pemprov Tingkatkan Pengawasan Lapangan

Pemprov Riau langsung mengirim surat edaran bernomor B/151/500.8/DISBUN/2026 kepada dinas perkebunan kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

Melalui surat itu, pemerintah meminta petugas rutin memantau transaksi jual beli sawit di lapangan. Petugas juga harus memastikan perusahaan mengikuti harga resmi yang ditetapkan Disbun Riau.

Pemerintah daerah tidak ingin praktik permainan harga membuat petani mengalami kerugian besar.

Selain itu, Pemprov Riau menyiapkan sanksi bagi perusahaan yang sengaja melanggar aturan penetapan harga TBS.

PKS Harus Ikuti Harga Resmi

Disbun Riau meminta seluruh pengelola PKS membeli TBS petani dengan harga yang wajar dan rasional.

Supriadi menegaskan bahwa pemerintah sudah memiliki formula resmi untuk menentukan harga sawit. Formula itu mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 dan Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020.

Karena itu, perusahaan tidak boleh menentukan harga sendiri tanpa dasar yang jelas.

“Kami ingin semua pihak menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai harga sawit turun karena kepanikan pasar,” ujar Supriadi.

Ia juga mengingatkan bahwa sektor sawit menjadi penggerak ekonomi utama di banyak daerah di Riau.

Baca Juga :  Harga Pangan Masih Tinggi, Cabai Jadi Sorotan Utama

GAPKI dan Petani Ikut Menjaga Stabilitas

Disbun Riau juga mengajak Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk menjaga stabilitas harga sawit.

Pemerintah meminta GAPKI mengingatkan seluruh perusahaan anggota agar tetap membeli TBS petani sesuai harga yang masuk akal.

Di sisi lain, asosiasi petani seperti APKASINDO, ASPEKPIR, dan SAMADE ikut membantu menenangkan petani di lapangan.

Pemerintah berharap petani tidak terpancing isu yang belum jelas. Petani juga diminta segera melapor jika menemukan perusahaan yang memainkan harga sawit.

Sawit Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Sektor sawit masih menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak warga di Riau. Karena itu, perubahan harga TBS selalu berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Pemprov Riau ingin menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan petani. Pemerintah juga berharap aturan baru ekspor sawit tidak memicu kepanikan yang berlebihan.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah ingin memastikan harga sawit petani tetap stabil dan aktivitas perkebunan terus berjalan normal.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga TBS Sawit Jambi Turun Lagi, Petani Mulai Tertekan
Harga Pangan Masih Tinggi, Cabai Jadi Sorotan Utama
Harga TBS Sawit Anjlok, Petani Minta Kepastian Ekspor
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,9 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Ini Rinciannya
Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.721 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global
Lonjakan Harga Cabai Rawit Menekan Pedagang Nasi Pecel di Madiun
Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe Malang Ubah Strategi Produksi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:00 WIB

Harga TBS Sawit Jambi Turun Lagi, Petani Mulai Tertekan

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:00 WIB

Harga Pangan Masih Tinggi, Cabai Jadi Sorotan Utama

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:00 WIB

Harga TBS Sawit Anjlok, Petani Minta Kepastian Ekspor

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,9 Juta

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

Pemprov Riau Larang PKS Turunkan Harga Sawit Sepihak

Berita Terbaru