Kerinci, oegopost.id – Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, ikut meninjau Festival Panen Rayo Kopi Robusta di Desa Tamiai, Kerinci. Dalam kunjungan ini, kopi robusta Kerinci Tamiai kembali menjadi sorotan karena potensi besar yang dimilikinya meski berada di medan pegunungan yang sulit dijangkau.
Jalan Terjal Menuju Kebun Kopi
Rombongan harus menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer untuk mencapai lokasi panen kopi di Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerincihttps://oegopost.id/jaringan-telkomsel-sungai-penuh-kerinci-kembali-normal/
. Jalur pegunungan yang licin akibat hujan membuat perjalanan terasa lebih berat.
Sebagian rombongan memilih berjalan kaki karena kendaraan tidak bisa menjangkau titik kebun. Perjalanan ini memakan waktu hingga lebih dari satu jam.
“Kondisi jalan cukup ekstrem, apalagi saat hujan turun,” kata Ariansyah saat berada di lokasi.
Meski lelah, rombongan tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di kebun kopi milik petani setempat.
Panen Kopi di Ketinggian 1.200 MDPL
Setibanya di lokasi, rombongan langsung melihat hamparan kebun kopi robusta yang tumbuh subur di lereng pegunungan. Kebun ini berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.
Petani bersama rombongan kemudian memulai kegiatan panen kopi. Selain itu, mereka juga menanam tanaman sela seperti alpukat jinger, pete, dan lamtoro di sela kebun kopi.
Ariansyah menilai pola tanam ini membantu petani mendapatkan tambahan penghasilan tanpa mengganggu produksi utama.
“Tanaman sela ini bisa menambah nilai ekonomi dan menjaga kesuburan lahan,” ujarnya.
Dukungan Berbagai Pihak untuk Kopi Kerinci
Festival Panen Rayo Kopi Robusta di Tamiai tidak hanya dihadiri pemerintah daerah. Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, BPDAS Batanghari, hingga komunitas petani kopi juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ariansyah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni panen. Menurutnya, festival ini membuka ruang untuk memperlihatkan kualitas kopi robusta Kerinci kepada publik yang lebih luas.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak agar kopi Tamiai bisa berkembang lebih jauh, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.
Harapan Kopi Robusta Kerinci Naik Kelas
Kopi robusta dari Tamiai punya karakter kuat dan tumbuh di lingkungan pegunungan yang menantang. Kondisi ini justru memberi nilai tersendiri bagi kualitas kopi yang dihasilkan petani.
Dengan dukungan pemerintah, perbankan, dan komunitas, kopi Kerinci berpeluang naik kelas sebagai komoditas unggulan daerah.
Petani di Tamiai terus merawat kebun kopi sebagai sumber utama penghidupan. Mereka bekerja di medan sulit demi menjaga hasil panen tetap berkualitas.
Penutup
Festival Panen Rayo Kopi Robusta di Tamiai menunjukkan bahwa kopi bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat pegunungan Kerinci. Di tengah jalur ekstrem dan cuaca yang tidak menentu, semangat petani tetap menjadi kekuatan utama.(ar)









