Tebo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Tebo mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Pemkab Tebo membahas rencana tersebut melalui Focus Group Discussion (FGD) verifikasi dan validasi calon lokasi pembangunan SNT di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Tebo, Rabu (13/5/2026).
Bupati Tebo memimpin langsung kegiatan tersebut dan mengarahkan seluruh peserta untuk memperkuat sinkronisasi data serta kesiapan lahan.
Pemerintah daerah juga melibatkan Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, sejumlah kepala OPD, perwakilan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Tebo, serta anggota DPRD Tebo dalam pembahasan tersebut.
Pemkab Tebo Tindak Lanjuti Arahan Kementerian
Pemkab Tebo menindaklanjuti surat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait verifikasi calon lokasi pembangunan SNT.
Pemerintah daerah kemudian menggerakkan tim lintas sektor untuk meninjau langsung kondisi lahan yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan sekolah terpadu tersebut.
Tim melakukan pengecekan dan pencocokan data lahan untuk memastikan kesesuaian dengan standar pembangunan kawasan pendidikan nasional.
Dua Skema Pembangunan Disiapkan Pemerintah Daerah
Bupati Tebo menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyiapkan dua skema pembangunan SNT, yaitu pembangunan baru dan skema konsolidasi dengan sekolah yang sudah ada.
Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan pembangunan tetap berjalan meskipun kondisi lahan berbeda-beda.
Bupati juga menyampaikan bahwa SNT akan membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat di Kabupaten Tebo.
Pemerintah Verifikasi Ketersediaan Lahan
Pemerintah daerah menetapkan kebutuhan lahan ideal SNT sekitar 20 hingga 25 hektare.
Saat ini, Pemkab Tebo telah menyiapkan sekitar 14,8 hektare lahan bersertifikat.
BPN Kabupaten Tebo juga masih melakukan pengecekan terhadap sekitar 8 hektare lahan lain untuk memastikan status dan kelayakannya.
Selain itu, tim teknis menilai beberapa lokasi alternatif lain yang berpotensi memenuhi standar pembangunan kawasan pendidikan terpadu tersebut.
Konsolidasi Sekolah Jadi Solusi Tambahan
Bupati Tebo menegaskan bahwa pemerintah akan menerapkan skema konsolidasi jika lahan kosong tidak mencukupi kebutuhan minimal.
Pemerintah akan mengintegrasikan sekolah-sekolah yang sudah ada, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, ke dalam kawasan pendidikan terpadu.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah memperkirakan total kebutuhan lahan dapat mencapai sekitar 22 hektare dan memenuhi standar pembangunan SNT.
Penutup
Pemkab Tebo menegaskan bahwa proses verifikasi dan validasi lahan masih berlangsung.
Pemerintah daerah tetap melanjutkan seluruh tahapan persiapan dan menempatkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai prioritas utama untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pemerataan akses belajar di Kabupaten Tebo.(ar)









