Jakarta, oegopost.id – Saham Apple melonjak 2026 setelah perusahaan mencatat kenaikan lebih dari 3% di bursa menyusul rilis laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang melampaui ekspektasi pasar.
Investor langsung merespons positif laporan tersebut yang sebelumnya sentimen pasar cenderung berharti-hati terhadap sektor teknologi.
Informasi ini juga memperkuat optimisme pasar terhadap arah bisnis Apple menjelang pergantian pemimpin pada September 2026, ketika John Ternus diduga akan mengambil alih posisi CEO dari Tim Cook.
Apple Catat Lonjakan Pendapatan dan Laba
Apple membukukan pendapatan sebesar USD111,2 miliar, naik signifikan dibandingkan USD95,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan juga mencatat laba per saham sebesar USD2,01, melampaui perkiraan analis sebesar USD1,96.
Pertumbuhan ini terutama berasal dari penjualan iPhone 17 yang menghasilkan USD56,99 miliar. Permintaan perangkat tersebut terus meningkat dan mendorong pertumbuhan lebih dari 20% selama dua kuartal berturut-turut.
Pasar China Dorong Pemulihan Kinerja Apple
Apple meningkatkan pendapatan di pasar China hingga USD20,49 miliar dan berhasil melampaui ekspektasi analis. Perusahaan memanfaatkan momentum pemulihan permintaan di wilayah tersebut untuk memperkuat posisi bisnisnya.
Selain itu, lini Mac juga mencatat pertumbuhan dengan pendapatan USD8,39 miliar. Apple mendorong pertumbuhan ini melalui peluncuran MacBook Neo berharga lebih terjangkau serta meningkatnya permintaan Mac mini sebagai perangkat komputasi berbasis AI.
Apple terus memperkuat segmen layanan yang menghasilkan pendapatan USD30,97 miliar. Perusahaan mengandalkan bisnis ini sebagai penopang utama pertumbuhan di luar penjualan perangkat keras.
Industri Smartphone Mengalami Tekanan
IDC melaporkan penurunan pengiriman smartphone global sebesar 4,1% menjadi 289,7 juta unit pada kuartal pertama 2026. Meski demikian, Apple tetap mempertahankan posisi dominan di segmen premium.
Analis memperkirakan Apple akan menyesuaikan harga seri Pro untuk menjaga margin keuntungan. Mereka juga menyoroti potensi iPhone Fold yang akan dibanderol di atas USD2.200 sebagai strategi baru di segmen premium.
Apple Hadapi Tekanan Biaya Produksi dan Chip
Tim Cook memperingatkan bahwa kenaikan biaya memori akibat lonjakan kebutuhan pusat data AI dapat menekan margin perusahaan mulai pertengahan 2026. Apple juga menghadapi keterbatasan pasokan chip dari TSMC yang masih membatasi produksi iPhone.
Prospek Pertumbuhan dan Fokus AI
Meski menghadapi tekanan biaya, sejumlah analis sekuritas menaikkan target harga saham Apple. Mereka memperkirakan penjualan perusahaan dapat tumbuh 14% hingga 17% pada kuartal berikutnya.
Apple kini memusatkan perhatian pada konferensi pengembang bulan Juni untuk memperkenalkan strategi integrasi kecerdasan buatan yang lebih dalam ke seluruh ekosistem produknya.(ar)









