Jambi, oegopost.id – Direktur Operasi Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo, menegaskan bahwa serapan pupuk subsidi nasional meningkat signifikan setelah pemerintah menyederhanakan kebijakan distribusi.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Rembuk Tani 2026 di Provinsi Jambi pada Kamis, 30 April 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah dan petani untuk membahas kebutuhan pupuk serta kendala di lapangan.
Hingga 29 April 2026, penyaluran pupuk subsidi mencapai sekitar 3,15 juta ton, naik dari sekitar 2,5 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan bahwa serapan pupuk subsidi melonjak hingga 38 persen.
Menurut Dwi, kebijakan yang lebih sederhana membuat petani lebih mudah memperoleh pupuk. Selain itu, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober tahun lalu dan tetap mempertahankannya hingga saat ini.
Serapan Pupuk Subsidi di Jambi Tunjukkan Tren Positif
Dwi mengungkapkan bahwa petani di Jambi menunjukkan kinerja yang sangat baik. Hingga akhir April, serapan pupuk urea mencapai sekitar 40 persen, sedangkan pupuk NPK menembus 46 persen. Capaian ini melampaui rata-rata normal yang biasanya berada di angka 33 persen.
Ia menilai tingginya serapan tersebut mencerminkan aktivitas pertanian yang semakin intensif. Pupuk Indonesia pun memastikan pasokan tetap tersedia agar kebutuhan petani tidak terganggu.
Saat ini, perusahaan menyiapkan stok lebih dari 3.400 ton pupuk di wilayah Jambi. Tim distribusi terus memantau kondisi di lapangan dan langsung mengisi ulang stok kios jika terjadi kekosongan.
Distribusi Pupuk Subsidi Makin Lancar dan Mudah Diakses
Dwi juga menanggapi permintaan petani terkait penambahan komoditas dalam program pupuk subsidi. Saat ini, pemerintah telah menetapkan 10 komoditas penerima, termasuk singkong yang baru masuk dalam daftar.
Ia menegaskan bahwa Pupuk Indonesia siap menindaklanjuti setiap kebijakan baru dari pemerintah, termasuk jika ada penambahan komoditas di masa mendatang.
Produksi Digenjot untuk Jaga Ketahanan Pangan
Untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional, Pupuk Indonesia mengoperasikan seluruh pabrik secara maksimal. Perusahaan juga menyiapkan langkah strategis guna meningkatkan kapasitas produksi ke depan.
Dwi optimistis upaya ini akan menjaga ketersediaan pupuk sekaligus mendukung peningkatan hasil pertanian. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di akhir pernyataannya, ia mengapresiasi peran petani yang terus bekerja menjaga pasokan pangan di tengah berbagai tantangan.(ar)









