PGRI Tolak Penutupan Prodi Kependidikan, Minta Pemetaan yang Akurat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PGRI menolak rencana penutupan prodi kependidikan tanpa pemetaan kebutuhan. Kebijakan ini dinilai berisiko bagi masa depan tenaga guru.( Ilustrasi Poto : AI ).

PGRI menolak rencana penutupan prodi kependidikan tanpa pemetaan kebutuhan. Kebijakan ini dinilai berisiko bagi masa depan tenaga guru.( Ilustrasi Poto : AI ).

Jakarta, oegopost.id – PGRI tolak penutupan prodi kependidikan yang diwacanakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia menilai kebijakan tersebut tidak boleh diambil tanpa kajian yang matang dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Sekretaris Jenderal PGRI, Dudung Abdul Qodir, menegaskan pemerintah harus memetakan kebutuhan tenaga kerja sebelum menentukan langkah strategis.

Ia menjelaskan PGRI sudah lama mendorong agar perguruan tinggi menyesuaikan penerimaan mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, kampus perlu menentukan jurusan prioritas sekaligus menjaga keseimbangan jumlah mahasiswa.

Baca Juga :  Panduan Pendaftaran Beasiswa SAHAJA 2026 BAZNAS Cirebon: Syarat, Dokumen, dan Cara Daftar

Kampus Harus Seimbangkan Fungsi

Dudung menegaskan perguruan tinggi tidak hanya mencetak tenaga kerja. Kampus juga harus menghasilkan ilmuwan dan akademisi. Karena itu, ia meminta pemerintah menyeimbangkan kebutuhan industri dengan pengembangan ilmu pengetahuan. PGRI juga menyoroti kebijakan sejumlah PTN-BH yang menerima mahasiswa dalam jumlah besar.

Dudung menilai kebijakan ini memicu kelebihan lulusan, terutama di bidang kependidikan. Ia menilai kampus tidak mempertimbangkan prospek kerja lulusan secara serius. Akibatnya, banyak lulusan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Selain itu, ia melihat kondisi ini membuat perguruan tinggi swasta kekurangan mahasiswa. “Pemerintah sebaiknya membenahi sistem penerimaan mahasiswa terlebih dahulu, bukan langsung menutup jurusan kependidikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Rektor UNJA Pantau Langsung Hari Pertama UTBK-SNBT 2026, Pastikan Ujian Inklusif

Pemerintah Evaluasi Prodi

Plt Sekjen Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukonco, menyatakan pemerintah akan mengevaluasi program studi agar lebih selaras dengan kebutuhan industri. Namun, PGRI menolak penutupan prodi kependidikan jika pemerintah tidak mendasarkan kebijakan tersebut pada data dan analisis kebutuhan yang akurat.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lowongan Dosen Non-PNS Mei 2026 Dibuka di Sejumlah Perguruan Tinggi
Beasiswa MTCP Malaysia 2026 Dibuka, Peluang S2 Fully Funded di Negeri Jiran
Guru Non-ASN Masuk Masa Transisi, Skema Baru Disiapkan Jelang 2027
IAIMA Jambi Kerja Sama Internasional Perluas Jaringan Lewat MoU dengan UPTM Malaysia
Bobby Nasution Dorong Kenaikan Kesejahteraan Guru PPPK Sumut Setiap Tahun
Nilai Rapor Sekolah Kedinasan Jadi Penentu! Cek Syarat Masuk IPDN, STIN, dan STIS 2026 Sekarang
45 Soal Tes Potensi Kognitif KDKMP 2026 Lengkap Jawaban, Latihan Lolos Manajer Koperasi
Kabar Baik! Guru Ngaji Dapat Perhatian Khusus dan Beasiswa dari Kemenag
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:00 WIB

Lowongan Dosen Non-PNS Mei 2026 Dibuka di Sejumlah Perguruan Tinggi

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Beasiswa MTCP Malaysia 2026 Dibuka, Peluang S2 Fully Funded di Negeri Jiran

Kamis, 7 Mei 2026 - 04:00 WIB

Guru Non-ASN Masuk Masa Transisi, Skema Baru Disiapkan Jelang 2027

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:00 WIB

IAIMA Jambi Kerja Sama Internasional Perluas Jaringan Lewat MoU dengan UPTM Malaysia

Senin, 4 Mei 2026 - 13:00 WIB

Bobby Nasution Dorong Kenaikan Kesejahteraan Guru PPPK Sumut Setiap Tahun

Berita Terbaru