Augustijn Michiels Orang Terkaya di Jawa Abad ke-19 Punya 320 PRT

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Augustijn Michiels, orang terkaya di Jawa abad ke-19 yang mempekerjakan 320 pekerja rumah tangga ( Poto : AI ).

Kisah Augustijn Michiels, orang terkaya di Jawa abad ke-19 yang mempekerjakan 320 pekerja rumah tangga ( Poto : AI ).

Jakarta, oegopost.id – Pada abad ke-19, Augustijn Michiels atau Mayor Jantje menjalani kehidupan sebagai salah satu orang terkaya di Jawa. Ia tidak mengurus seluruh kebutuhan rumah tangganya sendiri, tetapi mempekerjakan sekitar 320 orang untuk membantu berbagai aktivitas sehari-hari.

Sejarawan Djoko Soekiman dalam buku Kebudayaan Indis dan Gaya Hidup Masyarakat Pendukungnya di Jawa (2000) mencatat bahwa jumlah pekerja dalam rumah tangga Michiels mencapai ratusan orang yang pada masa itu dikenal sebagai budak atau babu.

Michiels Bagi Pekerjaan Secara Rinci

Michiels membagi para pekerja tersebut ke dalam berbagai tugas yang sangat terstruktur. Ia menugaskan sebagian orang untuk mengurus pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, dan membersihkan rumah.

Ia juga menempatkan kelompok lain untuk bekerja di luar rumah, seperti mengelola kebun dan lahan miliknya. Michiels menetapkan pembagian kerja yang sangat detail. Ia menugaskan sekitar 80 orang untuk memotong rumput, 9 orang untuk memetik sayuran, dan 5 orang untuk merawat taman. Selain itu, ia juga mempekerjakan sejumlah orang untuk menghibur dengan menari dan memainkan gamelan.

Baca Juga :  Satgas 3 Juta Rumah Dibentuk, OJK Bantu Atasi Kendala KPR

Michiels memiliki sekitar 362 ekor kuda yang juga membutuhkan perawatan khusus. Ia menugaskan pekerja tertentu untuk mengurus hewan-hewan tersebut agar tetap terawat dengan baik.

Kekayaan Michiels Tersebar di Banyak Wilayah

Michiels menguasai lahan di berbagai daerah seperti Cileungsi, Klapanunggal, Nambo, Cipanas, Ciputri, Cibarusah, hingga Naggewer yang kini berada di wilayah Bogor dan Bekasi.

Baca Juga :  Indonesia Masuk Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia

Sejarawan mencatat total lahannya mencapai sekitar 144 ribu hektare, setara dengan luas Provinsi Utrecht di Belanda. Ayah Michiels, Jonathan, terlebih dahulu membangun kekayaan dengan membeli tanah di Cileungsi pada 1776. Ia mengembangkan lahan tersebut hingga menghasilkan komoditas bernilai tinggi seperti sarang burung walet. Setelah Jonathan meninggal, Michiels mewarisi seluruh aset keluarga dan meninggalkan karier militernya untuk mengelola kekayaan tersebut.

Michiels Kembangkan Aset dan Bisnis

Michiels mengelola aset warisan dengan strategi bisnis yang lebih luas. Ia mengembangkan lahan dan memaksimalkan potensi komoditas bernilai tinggi, terutama sarang burung walet. Pengelolaan tersebut membuat kekayaannya terus meningkat dan memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh paling kaya di Jawa pada masanya.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Royalti Karya Jurnalistik Dinilai Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan ke Pemerintah
Ombudsman Soroti Maladministrasi Layanan Imigrasi WNA, Desak Perbaikan Sistem Pengaduan di Imipas
Gaji ke-13 Cair Rp15,2 Triliun, Ini Rincian Penerima PNS, TNI, Polri hingga PPPK
Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan
Indomaret Tutup Sementara di Sejumlah Daerah, Warganet Soroti Penyebabnya
Kemnaker Buka 24 Kejuruan Vokasi Tahap 2, Pendaftaran Dibuka
Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Wajib Lewat PT DSI Mulai 1 Juni 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:51 WIB

Royalti Karya Jurnalistik Dinilai Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:59 WIB

Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan ke Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:00 WIB

Ombudsman Soroti Maladministrasi Layanan Imigrasi WNA, Desak Perbaikan Sistem Pengaduan di Imipas

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Gaji ke-13 Cair Rp15,2 Triliun, Ini Rincian Penerima PNS, TNI, Polri hingga PPPK

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan

Berita Terbaru

Sepanjang Mei 2026, Provinsi Jambi membukukan nilai ekspor sebesar US$194,72 juta. Nilai itu turun 5,27 persen dari US$205,55 juta pada April 2026.( ilustrasi poto : istimewa)

Bisnis

Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 21:00 WIB