Sekolah Diminta Aktif Awasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulhas meminta sekolah aktif mengawasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan segera melapor jika ada layanan tidak sesuai standar. Pemerintah juga memperketat syarat SPPG demi kualitas program. ( Poto : Universitas Gadjah Mada )

Zulhas meminta sekolah aktif mengawasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan segera melapor jika ada layanan tidak sesuai standar. Pemerintah juga memperketat syarat SPPG demi kualitas program. ( Poto : Universitas Gadjah Mada )

Jakarat, oegopost.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta sekolah di seluruh Indonesia untuk aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa sekolah harus segera melaporkan setiap layanan yang tidak sesuai standar.

Zulhas mengimbau sekolah menyampaikan keluhan langsung kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau menggunakan layanan pengaduan pemerintah yang sudah tersedia.

“Kami meminta sekolah di mana pun berada untuk segera menyampaikan keberatan jika menemukan ketidaksesuaian. Sekolah bisa menghubungi SPPG berulang kali jika diperlukan. Kami juga menyediakan call center dan command center agar setiap laporan segera kami tindak lanjuti,” kata Zulhas di Jakarta.

Baca Juga :  Operator telekomunikasi kuota internet bantah untung kuota hangus

Zulhas menjelaskan pemerintah menjalankan program MBG bukan hanya untuk menyediakan makanan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Ia menyebut program tersebut menargetkan sekitar 82,9 juta anak di seluruh Indonesia. Pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan program karena skala yang sangat besar dan kompleks.

“Jumlah 82 juta penerima manfaat ini sangat besar. Kami terus memperbaiki pelaksanaan karena program ini baru berjalan sekitar satu tahun,” ujarnya.

Zulhas juga menegaskan pemerintah tidak mentoleransi masalah dalam pelaksanaan program karena berkaitan langsung dengan kebutuhan anak-anak.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah mewajibkan setiap SPPG memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Baca Juga :  KPK Temukan Risiko Korupsi di Program MBG, TII Ungkap Dugaan Modus Klasik

Pemerintah menghentikan sementara operasional SPPG yang tidak memenuhi ketentuan tersebut atau belum mengurus sertifikasi SLHS.

“Kami menghentikan sementara SPPG yang belum memiliki IPAL atau belum mengajukan SLHS. Jika sertifikat belum terbit dalam waktu satu bulan, kami juga menghentikan operasionalnya sementara,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah menghentikan sementara sekitar 1.780 SPPG dari total 26.800 unit yang beroperasi. Namun jumlah tersebut terus berubah seiring proses verifikasi dan perbaikan di lapangan.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Kembali Turun, Tren Pelemahan Masih Berlanjut
Sarapan 10 Menit: Olahan Telur Ceplok Kecap yang Praktis dan Bergizi
Kawal Haji Diluncurkan, Aplikasi Pengaduan Digital untuk Tingkatkan Layanan Jemaah
Cara Membuat Koya Soto Lamongan yang Gurih dan Renyah
Seleksi Dirut TVRI 2026 Resmi Dibuka, Ini Syaratnya
Akhirnya Disahkan! UU PPRT Lolos Setelah 22 Tahun Mandek, Ini Poin-Poin Pentingnya
SIM Kedaluwarsa Tidak Bisa Diperpanjang, Ini Cara Mengurusnya
PPPK Paruh Waktu Perjuangkan Status, Akan Temui KemenPANRB dan BKN Hari Ini
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Harga Emas Antam Kembali Turun, Tren Pelemahan Masih Berlanjut

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

Sarapan 10 Menit: Olahan Telur Ceplok Kecap yang Praktis dan Bergizi

Kamis, 23 April 2026 - 14:10 WIB

Kawal Haji Diluncurkan, Aplikasi Pengaduan Digital untuk Tingkatkan Layanan Jemaah

Kamis, 23 April 2026 - 12:00 WIB

Sekolah Diminta Aktif Awasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kamis, 23 April 2026 - 11:00 WIB

Cara Membuat Koya Soto Lamongan yang Gurih dan Renyah

Berita Terbaru

Dua wanita peserta UTBK SNBT 2026 di Unsulbar ditangkap saat mencoba kecurangan menggunakan alat komunikasi tersembunyi. Kasus ini diduga melibatkan sindikat joki ujian. ( Poto : AI )

Pendidikan

Dua Wanita Diduga Joki UTBK SNBT 2026 di Unsulbar Ditangkap

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:00 WIB

WhatsApp menguji layanan berbayar WhatsApp Plus di Eropa dengan fitur premium seperti tema kustom, pin chat lebih banyak, dan ikon aplikasi baru. ( Poto : dok.PCMag )

Teknologi

WhatsApp Uji Coba WhatsApp Plus dengan Fitur Berbayar di Eropa

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:00 WIB