OJK: Pasar Saham Indonesia Makin Transparan dan Kompetitif di Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK: Pasar Saham Indonesia Makin Transparan dan Kompetitif di Dunia ( Poto : dok.KOMPAS.com/ Isna Rifka Sri Rahayu )

OJK: Pasar Saham Indonesia Makin Transparan dan Kompetitif di Dunia ( Poto : dok.KOMPAS.com/ Isna Rifka Sri Rahayu )

Jakarta, oegopost.id –-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pasar saham Indonesia kini semakin transparan dan kompetitif di tingkat global. OJK terus mendorong keterbukaan informasi untuk meningkatkan kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dengan langkah ini, OJK memperkuat fondasi pasar modal agar lebih sehat dan berdaya saing.

Selain itu, OJK menilai transparansi sebagai kunci utama dalam menarik minat investor. Ketika informasi tersedia secara terbuka, investor dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat dan terukur. Oleh karena itu, OJK terus mempercepat berbagai kebijakan yang mendukung keterbukaan pasar.

Transparansi Pasar Semakin Kuat

OJK bersama Bursa Efek Indonesia menjalankan berbagai langkah strategis untuk memperkuat transparansi pasar modal. Salah satu langkah penting adalah publikasi data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen secara rutin. Kebijakan ini membuka akses informasi kepemilikan saham kepada publik secara lebih luas.

Baca Juga :  Utang RI ke China Tembus Rekor, Pemerintah Perkuat Strategi Pembiayaan

Selanjutnya, OJK memperluas kategori investor dari 9 menjadi 39 kategori. Dengan perubahan ini, pasar mencatat profil investor secara lebih rinci dan terstruktur. Investor pun dapat memahami komposisi pasar dengan lebih jelas.

Di sisi lain, OJK juga menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Kebijakan ini mendorong likuiditas saham agar lebih aktif diperdagangkan di pasar. Dengan demikian, pergerakan saham menjadi lebih dinamis dan transparan.

Penguatan Sistem dan Pengawasan

Selain kebijakan tersebut, OJK juga menerapkan sistem High Shareholding Concentration (HSC). Sistem ini memberikan peringatan dini kepada investor terkait risiko kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi. Dengan adanya sistem ini, investor dapat mengantisipasi potensi risiko sejak awal.

Baca Juga :  Satgas 3 Juta Rumah Dibentuk, OJK Bantu Atasi Kendala KPR

Tidak hanya itu, OJK juga mewajibkan setiap emiten melaporkan Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat akhir. Kebijakan ini membuka struktur kepemilikan perusahaan secara lebih jelas dan akurat.

Dorong Daya Saing Global

Melalui berbagai langkah tersebut, OJK berhasil mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih transparan, modern, dan kredibel. Selain itu, kebijakan ini juga menyesuaikan standar pasar modal Indonesia dengan praktik internasional.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat regulasi dan pengawasan pasar. Dengan strategi ini, OJK menargetkan peningkatan kepercayaan investor sekaligus memperluas partisipasi di pasar modal Indonesia. ***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuan Mangga Dunia 2026 Tembus Rp1.200 Triliun, Indonesia Masih Tertinggal
Avanza Bekas Masih Laris, Ini Harganya
Bos Bappebti Ungkap 5 Tips Aman Investasi Emas Digital
Cara Merangsang Alpukat di Lahan Sempit agar Cepat Berbuah Lebat
Petani Kemangi Jogja Raup Omzet Tinggi Berkat Digital Marketing
Harga Emas Antam Melonjak Tajam pada 14 April 2026
Avanza 2015–2016 Banyak Dicari, Ini Harganya…
Samsung Galaxy A57 5G vs Galaxy A55: Ini Perbedaan Desain, Performa, Kamera, dan Harganya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 07:00 WIB

Cuan Mangga Dunia 2026 Tembus Rp1.200 Triliun, Indonesia Masih Tertinggal

Jumat, 17 April 2026 - 07:48 WIB

Avanza Bekas Masih Laris, Ini Harganya

Kamis, 16 April 2026 - 21:00 WIB

Bos Bappebti Ungkap 5 Tips Aman Investasi Emas Digital

Kamis, 16 April 2026 - 11:01 WIB

Cara Merangsang Alpukat di Lahan Sempit agar Cepat Berbuah Lebat

Rabu, 15 April 2026 - 18:00 WIB

Petani Kemangi Jogja Raup Omzet Tinggi Berkat Digital Marketing

Berita Terbaru

Gempa bumi dengan kekuatan sedang mengguncang wilayah Sumatera Utara, Indonesia. ( Astro Awani )

Nasional

Gempa Bumi Sumatera Utara 2026, Warga Sempat Panik

Minggu, 19 Apr 2026 - 21:00 WIB

Koperasi Merah Putih membuka peluang kerja manajer dengan gaji Rp5 juta hingga Rp15 juta per bulan. ( Ilustrasi Poto : AI)

Nasional

Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Capai Rp15 Juta, Ini Faktanya

Minggu, 19 Apr 2026 - 19:00 WIB