Serangan Agen AI Tembus Sistem Keamanan 100 Perusahaan Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti siber menganalisis diagram serangan siber otomatis agen AI terhadap ribuan website perusahaan global.(ilustrasi Poto: AI).

Peneliti siber menganalisis diagram serangan siber otomatis agen AI terhadap ribuan website perusahaan global.(ilustrasi Poto: AI).

Jakarta, Oegopost.id – Dunia keamanan digital menghadapi ancaman serius dari perkembangan kecerdasan buatan komersial. Seorang peretas baru saja melancarkan serangan agen AI yang menargetkan sekitar 1.200 situs web di berbagai belahan dunia.

Mesin pintar tersebut berhasil membobol pertahanan digital milik lebih dari 100 perusahaan hanya dalam waktu beberapa jam. Sejumlah korporasi multinasional seperti Deere, Cummins, dan SharkNinja ikut merasakan dampak serangan otomatis ini.

Peneliti keamanan siber dari NorForge, Snorre Fagerland, membongkar operasi siber berbahaya tersebut. Fagerland menemukan jejak kejahatan digital ini saat menelusuri instalasi terbuka dari platform pemecahan masalah bernama Cairn.

Bekerja Mandiri Hanya Bermodal Perintah Pendek

Peretas menjalankan aksinya dengan memanfaatkan platform Cairn sebagai pusat pengendali operasi. Pelaku hanya memasukkan instruksi taktik serangan dalam bahasa Mandarin dengan panjang kurang dari 100 karakter.

Setelah menerima perintah singkat, kawanan agen AI langsung bekerja meneliti celah sistem tanpa bantuan manusia. Sistem cerdas ini terus menguji kelemahan situs target selama puluhan jam secara nonstop.

Baca Juga :  Empat Agen AI Gemini Sukses Tamatkan Minecraft

Aktivitas penyusupan tersebut mulai terpantau menyasar situs jual beli daring di Amerika Serikat, Kanada, Australia, serta Jepang. Agen AI itu menggabungkan kecanggihan model DeepSeek asal China dan Claude Code milik Anthropic.

Hebatnya lagi, agen digital ini menunjukkan taktik peretasan tingkat lanjut yang menyerupai cara kerja ahli siber berpengalaman. Saat gagal menembus server utama, sistem cerdas ini secara mandiri beralih mencari jaringan penunjang lain yang terhubung.

AI tersebut membaca jejak digital perusahaan, mendeteksi pintu masuk panel kendali luar, lalu memanipulasi pemrosesan data server. Melalui eksperimen mandiri selama berjam-jam, agen AI akhirnya sukses menyisipkan instruksi berbahaya ke sistem target.

Biaya Operasional Murah dan Reaksi Perusahaan Terdampak

Fagerland menghitung total biaya token komputasi AI yang terpakai untuk seluruh operasi penyusupan ini. Pelaku hanya merogoh kocek sekitar 5.000 dollar AS atau setara Rp 90,1 juta untuk menyerang ribuan target.

Baca Juga :  Samsung Galaxy M17e 5G Resmi Meluncur, HP Murah dengan Layar 120Hz dan Baterai 6.000 mAh

Biaya pembobolan itu terhitung sangat murah bagi pelaku kejahatan siber modern. Pelaku hanya menghabiskan modal sekitar 50 dollar AS atau kisaran Rp 901 ribu untuk setiap target yang sukses mereka tembus.

Pihak manajemen Deere langsung mengambil tindakan teknis guna memulihkan sistem keamanan mereka pascainsiden. Perusahaan manufaktur alat berat ini menegaskan bahwa peretas tidak sempat mencuri data sensitif operasional.

SharkNinja juga menyampaikan klarifikasi serupa mengenai pembobolan sistem pada platform mereka. Manajemen memastikan peretasan hanya menyentuh laman eksternal pendukung produk yang terpisah dari jaringan utama pelanggan.

Sementara itu, Cummins masih terus menyelidiki potensi penyusupan data melalui sistem milik penyedia pihak ketiga. Fagerland sendiri mengingatkan bahwa era baru perang siber kini menuntut pertahanan yang jauh lebih sigap terhadap serangan otomatis.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aplikasi WhatsApp Palsu Beredar di Play Store, Segera Cek HP Anda
Agen AI Bobol Sistem di India, Peringatan Kritis Muncul
WhatsApp Uji Stiker Bersuara dan Desain Baru Kolom Chat
Meta dan Google Berebut Pasar Asisten AI Konsumen
Cara Mudah Backup Pesan WhatsApp ke Google Drive Agar Riwayat Percakapan Aman
WhatsApp Siap Blokir Akses Akun Pengguna Ponsel Jadul
Update Windows 11 Makin Ngebut, Microsoft Rombak Total Sistem Manajemen RAM
Cara Cek Aplikasi Boros Kuota di Ponsel Pintar Agar Paket Data Tidak Cepat Lenyap
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Aplikasi WhatsApp Palsu Beredar di Play Store, Segera Cek HP Anda

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Agen AI Bobol Sistem di India, Peringatan Kritis Muncul

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:04 WIB

WhatsApp Uji Stiker Bersuara dan Desain Baru Kolom Chat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Serangan Agen AI Tembus Sistem Keamanan 100 Perusahaan Besar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:38 WIB

Meta dan Google Berebut Pasar Asisten AI Konsumen

Berita Terbaru

Tim analis keamanan siber memantau ancaman pembobolan sistem dan peringatan kritis pada layar pusat kendali di India.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Bobol Sistem di India, Peringatan Kritis Muncul

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:09 WIB

Ilustrasi Pengguna mencoba fitur stiker bersuara dan tata letak baru kolom pesan WhatsApp di layar ponsel pintar.(poto: AI).

Teknologi

WhatsApp Uji Stiker Bersuara dan Desain Baru Kolom Chat

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:04 WIB

Peneliti siber menganalisis diagram serangan siber otomatis agen AI terhadap ribuan website perusahaan global.(ilustrasi Poto: AI).

Teknologi

Serangan Agen AI Tembus Sistem Keamanan 100 Perusahaan Besar

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:58 WIB

Aktivitas pergerakan grafik saham dan IHSG di layar monitor bursa efek.(poto: AI).

Bisnis

IHSG Menguat ke Level 5.439, Waspadai Sentimen Ini

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:50 WIB