Tebo, Oegopost.id – Peristiwa kebakaran maut di Tebo kembali menyentak ketenangan warga di kawasan Jalan 10 Unit 5, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Musibah kobaran api tersebut terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.50 WIB saat mayoritas warga masih terlelap.
Kobaran api cepat membesar dan melalap habis seluruh bangunan rumah permanen milik warga setempat bernama Darno. Pria lanjut usia berumur 68 tahun itu mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian karena terjebak di tengah amukan si jago merah.
Pihak berwenang menaksir kerugian materiil akibat bencana ini menembus angka Rp250 juta. Selain meratakan tempat tinggal korban dengan tanah, insiden tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar lingkungan tempat tinggal korban.
Respons Cepat Petugas dan Penanganan Api
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo langsung menggerakkan tim reaksi cepat usai menerima laporan darurat dari warga. Petugas pemadam kebakaran dari Pos Rimbo Bujang bergegas menuju titik lokasi untuk menghentikan laju amukan api.
Dua unit armada tangki pemadam meluncur cepat membelah jalanan dini hari demi mencapai permukiman korban. Para petugas langsung menggelar selang dan menyemprotkan air bertekanan tinggi dari berbagai sudut bangunan rumah.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku menaklukkan kobaran api selama kurang lebih satu jam penuh di lokasi kejadian. Tim akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api tepat pada pukul 04.50 WIB sehingga kebakaran tidak menjalar ke permukiman warga lainnya.
Kepala Bidang Damkarmat Kabupaten Tebo, Habibie, mengonfirmasi penanganan darurat armada pos tersebut saat memberikan keterangan resmi. Pihaknya menegaskan bahwa personel regu pemadam telah berusaha maksimal mengamankan area sekitar lokasi sesaat setelah menerima panggilan darurat.
Penyelidikan Penyebab dan Evakuasi Korban
Habibie menuturkan bahwa tim penyelamat menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat proses pendinginan berlangsung. Dugaan sementara menyebutkan korban tidak sempat menyelamatkan diri karena kobaran api menyebar sangat cepat ketika ia sedang tertidur pulas.
Hingga kini aparat kepolisian bersama pihak berwenang masih menggelar olah tempat kejadian perkara. Petugas terus mengumpulkan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap sumber utama pemicu percikan api di rumah tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat luas agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di area permukiman. Warga perlu memeriksa instalasi jaringan listrik rumah tangga dan peralatan dapur secara berkala demi mencegah peristiwa serupa terulang kembali.(ar)









