Tanjung Jabung Barat, Oegopost.id – Aparat kepolisian memperkuat langkah mitigasi lingkungan lewat program pencegahan karhutla Polsek Betara secara langsung di tengah pemukiman warga. Bhabinkamtibmas menyambangi warga RT 13 Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk membangun kewaspadaan bersama.
Kegiatan sambang desa tersebut berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. Brigpol Septyandi Putra memimpin langsung dialog interaktif ini bersama masyarakat setempat.
Polisi berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif warga demi menekan potensi bencana asap di kawasan perdesaan. Pertemuan tatap muka ini juga mendorong peran aktif warga dalam mengamankan ruang hidup mereka dari ancaman api.
Brigpol Septyandi Putra mengingatkan warga agar menghentikan praktik membuka areal perkebunan maupun pertanian dengan cara membakar. Tindakan tersebut berisiko tinggi memicu rambatan api yang tidak terkendali ke lahan gambut sekitarnya.
Petugas juga melarang warga membuang puntung rokok yang masih menyala ke semak belukar. Selain itu, kebiasaan membersihkan pekarangan dengan membakar sampah sembarangan harus dihentikan demi keselamatan lingkungan.
Faktor cuaca panas ekstrem menuntut kehati-hatian ganda dari seluruh lapisan masyarakat setempat. Kondisi serasah dan vegetasi lahan kering mempercepat kebakaran meluas dalam hitungan menit.
Petugas meminta warga segera menghubungi Bhabinkamtibmas jika menjumpai kemunculan titik panas di lapangan. Warga juga dapat meneruskan laporan kepada posko petugas terdekat agar regu pemadam segera menangani kebakaran sebelum meluas.
Respons cepat masyarakat menjadi kunci utama dalam memadamkan potensi kobaran api sejak fase awal. Keterlambatan informasi kerap menyulitkan aparat saat memetakan lokasi kebakaran di wilayah terpencil.
Sinergi Kuat Aparat dan Warga Wujudkan Kawasan Bebas Asap
Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat, Ipda Ucen S. Kasih, menegaskan pentingnya edukasi lapangan secara berkala. Kegiatan ini menjadi instrumen preventif Polri guna melindungi bentang alam serta kelestarian hutan lokal.
Sosialisasi tatap muka mempermudah penyerapan pesan kamtibmas oleh kalangan petani serta pemilik lahan. Pendekatan persuasif aparat membimbing warga untuk beralih meninggalkan metode pembersihan lahan yang berbahaya.
Polsek Betara menaruh harapan besar terhadap komitmen warga dalam menjaga wilayah mereka dari bahaya kebakaran lahan. Aparat meyakini kepedulian masyarakat merupakan benteng terdepan dalam membendung bencana lingkungan berskala besar.
Hubungan kerja sama yang erat antara polisi dan warga memperkokoh sistem keamanan lingkungan di tingkat desa. Kolaborasi dua arah ini memelihara kualitas udara tetap bersih serta membebaskan warga dari ancaman kabut asap.
Upaya preventif berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga ekosistem Kuala Betara tetap hijau dan lestari. Warga kini memegang peranan krusial sebagai pengawas aktif di lingkungan tempat tinggal masing-masing.(ar)









