Sungai Penuh, Oegopost.id – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menyambut hangat rombongan pengurus Persatuan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) pada Jumat malam (16/10). Selain itu, pertemuan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antara komunitas perantau Pesisir Selatan dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh di Rumah Dinas Wali Kota.
Dalam kesempatan ini, rombongan tamu menghadirkan jajaran pengurus PKPS lengkap bersama perwakilan tokoh adat perantau. Oleh karena itu, kehadiran Mamak SAH (Surantih Air Haji), Mamak Batang Kapas, Mamak Pancung Soal, Mamak BTP (Bayang, Tarusan, Painan), serta Bundo Kanduang menyemarakkan suasana pertemuan tersebut.
Pertemuan malam itu sendiri berlangsung dalam suasana yang akrab serta sarat nilai kekeluargaan. Di samping itu, momentum ini sekaligus memperkokoh jalinan komunikasi antara warga perantau asal Pesisir Selatan dan jajaran pimpinan daerah.
Wali Kota Alfin secara langsung memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran para tokoh masyarakat dan pengurus paguyuban tersebut. Bahkan, beliau menganggap kunjungan keluarga besar PKPS ke kediaman dinasnya sebagai sebuah kehormatan istimewa.
Melalui sambutannya, Wako Alfin mengutarakan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian seluruh rombongan yang meluangkan waktu hadir. Selanjutnya, ia menyambut seluruh tamu dengan tangan terbuka demi menjaga keharmonisan antarwarga di kota tersebut.
Sinergi Positif Warga Perantau Dukung Pembangunan Daerah
Pada kesempatan tersebut, Wako Alfin menegaskan bahwa Kota Sungai Penuh memiliki komposisi masyarakat yang sangat majemuk. Karakteristik heterogen ini tentu mencakup keberagaman suku bangsa, adat istiadat leluhur, serta kekayaan kultur budaya warga.
Maka dari itu, beliau memandang kemajemukan sosial tersebut sebagai pilar kekuatan utama yang wajib terjaga secara berkesinambungan. Pemerintah kota juga memposisikan keberagaman warga sebagai modal dasar yang sangat krusial dalam menyukseskan program pembangunan.
Secara khusus, Wako Alfin menyoroti kontribusi positif yang senantiasa hadir dari perkumpulan paguyuban warga di wilayahnya. Lebih lanjut, ia mengapresiasi keberadaan keluarga besar PKPS bersama jajaran para Mamak pemangku adat serta Bundo Kanduang.
Oleh sebab itu, wali kota menaruh harapan besar agar keberagaman kultural ini terus membuahkan kolaborasi yang nyata. Dengan demikian, sinergi positif dari seluruh elemen masyarakat diyakini mampu mendorong laju kemajuan Kota Sungai Penuh ke depan.
Sebagai hasilnya, sikap saling merangkul antarwarga dan pemerintah menjadi landasan kokoh dalam menjalankan roda pemerintahan. Pertemuan silaturahmi semacam ini sekaligus membuktikan komitmen pimpinan daerah dalam merawat komunikasi dua arah bersama warganya.
Keterbukaan Rawat Keberagaman Menuju Kemajuan Kota Harmonis
Sementara itu, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turut menyampaikan pandangannya mengenai peranan penting toleransi di tengah warga kota. Menurutnya, sikap terbuka terhadap perbedaan latar belakang merupakan kunci utama bagi sebuah daerah untuk melangkah maju.
Oleh karena itu, Wawako Azhar mengajak seluruh lapisan warga terus menumbuhkan semangat persatuan serta kebersamaan tanpa memandang sekat. Sikap saling menghargai antarkelompok masyarakat pada akhirnya akan memicu partisipasi aktif dalam membangun lingkungan yang aman dan nyaman.
Beliau juga meyakini bahwa sebuah kota yang bersedia membuka diri serta merawat kemajemukan akan berkembang dengan pesat. Dengan begitu, semangat kebersamaan yang kokoh diharapkan terus menyala demi menghadirkan kebaikan bagi seluruh warga Sungai Penuh.
Selain dihadiri para tokoh adat, pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Alpian bersama Ketua Umum PKPS dan Pembina PKPSHJ. Para fungsionaris organisasi bersama perwakilan adat pun tampak terlibat aktif mendiskusikan kebersamaan hingga penghujung acara.
Pada akhirnya, seluruh rangkaian kunjungan silaturahmi berakhir dengan sesi foto bersama dalam atmosfer kekeluargaan yang begitu kental. Keharmonisan yang terbangun ini tentu menjadi sinyal positif bagi kesinambungan kemitraan masyarakat perantau dan pemangku kebijakan lokal.(ar)









