Batang Hari, Oegopost.id — Pemerintah Kabupaten Batang Hari memperkuat penanganan karhutla Batang Hari dengan mengerahkan enam unit alat berat ke sejumlah wilayah rawan. Langkah taktis ini langsung menyasar percepatan pembuatan sekat pembatas api dan kolam tampungan air di titik-titik kritis.
Keputusan tersebut menindaklanjuti perpanjangan masa tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah kabupaten. Pemerintah daerah mengambil tindakan preventif agresif demi memutus rambatan titik api sekaligus mengamankan cadangan air pemadaman.
Langkah lapangan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan api tidak merembet ke kawasan perkebunan dan permukiman warga. Tim reaksi cepat langsung memetakan lokasi-lokasi gambut yang membutuhkan penanganan mekanis segera.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari memimpin langsung komando operasional armada di lapangan. Pihak dinas menempatkan seluruh unit pada koridor strategis yang memiliki potensi kebakaran paling tinggi.
Alat Berat Buat Sekat Bakar Dan Embung Air
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Batang Hari, Ajrisa Windra, menyatakan bahwa kehadiran alat berat mempercepat kerja pencegahan kebakaran. Pihaknya memprioritaskan pembuatan benteng pembatas tanah agar kebakaran vegetasi tidak melompat antarwilayah.
“Alat berat ini kita arahkan untuk membantu pembuatan sekat bakar agar api tidak meluas ke kawasan lain. Kita juga membangun embung penampungan air untuk membantu kebutuhan pemadaman,” terang Ajrisa, Kamis (15/10/2026).
Operasional harian armada mengombinasikan dua jenis mesin tangguh, yakni ekskavator pengeruk dan unit backhoe loader. Manajemen dinas juga menugaskan tujuh personel mekanik dan operator berpengalaman untuk mengawal kerja alat secara nonstop.
Kedua varian alat berat ini membuka jalur tanah mineral bersih guna menghentikan laju api bawah permukaan gambut. Operator mesin bekerja membalik tanah basah agar lapisan bahan bakar alami terputus sempurna.
Hingga pertengahan Oktober ini, para operator berhasil merampungkan penggalian lima titik embung air penampung hujan dan resapan. Kolam penampungan buatan ini menyimpan debit air melimpah untuk kebutuhan mendesak regu darat pemadam.
Keberadaan embung memangkas waktu pengisian tangki air bagi tim gabungan yang bertugas memadamkan kobaran api. Petugas tidak perlu lagi mencari sumber air alami yang kian menyusut selama musim kering berlangsung.
Fasilitas tampungan air ini menjadi penyelamat utama bagi personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla saat menggelar pemadaman api. Armada mobil tangki pemadam kini memiliki titik pasokan tetap yang dekat dengan bibir kebakaran.
Satgas Karhutla Manfaatkan Embung Di Lokasi Terisolasi
Embung buatan ini memberi solusi nyata bagi wilayah terisolasi yang sama sekali tidak memiliki akses sungai terdekat. Medan berlumpur dan semak tebal kerap menghalangi laju armada truk pemadam masuk menjangkau titik bara.
Satgas memanfaatkan pompa jinjing dan selang panjang untuk menyedot langsung air embung ke area kebakaran paling ekstrem. Skema pemompaan mandiri ini melipatgandakan kecepatan pemadaman bara api di lapisan bawah tanah.
Ajrisa menegaskan pola penugasan alat berat bersama tujuh personel teknis bersifat fleksibel mengikuti pergerakan ancaman titik api. Tim pengawas lapangan terus memantau kapasitas kubikasi air pada masing-masing embung yang telah rampung digali.
Dinas siap memobilisasi traktor dan ekskavator menuju zona rawan baru ketika debit air di lokasi lama terhitung aman. Pola pergeseran dinamis ini menjaga pemerataan benteng pertahanan lahan di seluruh kecamatan rentan kebakaran.
“Jika kapasitas penampungan air di lokasi awal dinilai mencukupi, alat berat dan personel akan segera dipindahkan ke kawasan rawan lainnya untuk menekan risiko penyebaran titik api,” pungkas Ajrisa.
Pemerintah daerah berharap intervensi alat berat ini berhasil mempersempit ruang gerak kebakaran vegetasi secara berkelanjutan. Sinergi mesin berat dan ketangguhan personel darat menjadi kunci utama mengendalikan bencana kabut asap di Batang Hari.(ar)









