Ke Mana Rp30 Miliar Dana Karhutla Jambi? Belanja Alat BPBD Belum Transparan!

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis pembagian & rincian Banpres Karhutla Jambi Rp30 Miliar, dengan porsi terbesar Rp18,78 Miliar untuk BPBD.(poto: AI).

Infografis pembagian & rincian Banpres Karhutla Jambi Rp30 Miliar, dengan porsi terbesar Rp18,78 Miliar untuk BPBD.(poto: AI).

Jambi, Oegopost.id – Publik menyoroti transparansi alokasi dana banpres karhutla senilai Rp30 miliar untuk penanganan bencana kabut asap di Provinsi Jambi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi menyerap porsi anggaran paling besar hingga mencapai angka Rp18,78 miliar.

Pemerintah Provinsi Jambi membagi kucuran bantuan Presiden tersebut kepada empat instansi teknis lewat pengumuman resmi media sosial. RSUD Raden Mattaher memperoleh dana Rp6,56 miliar, Dinas Kesehatan membawa pulang Rp2,80 miliar, dan Dinas Kehutanan mengelola Rp1,84 miliar.

BPBD Provinsi Jambi memecah dana Rp18,78 miliar milik instansinya ke dalam tiga pos kegiatan penanggulangan karhutla. Pihak dinas menyiapkan anggaran operasional posko dan personel pemadaman lapangan sebesar Rp5,05 miliar serta alokasi pos logistik senilai Rp250 juta.

Porsi belanja terbesar menyasar pos pembelian berbagai peralatan penanganan bencana karhutla dengan total nilai Rp13,48 miliar. Belanja perlengkapan tersebut meliputi mobil tangki air, kendaraan taktis lapangan, armada motor trail, kendaraan roda tiga, hingga perangkat drone thermal canggih.

Daftar perlengkapan tambahan juga mencakup puluhan set alat pelindung diri, mesin pompa penyedot, selang pemadam, nosel, mesin kapal cepat, dan tenda darurat. Namun, infografis resmi pemerintah daerah belum mencantumkan rincian volume tiap barang, harga satuan unit, vendor penyedia, maupun sistem pengadaannya.

Baca Juga :  Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar

Masyarakat sipil belum mengetahui status barang-barang tersebut, apakah rekanan telah menyalurkannya atau masih tertahan dalam tahap perencanaan lelang. Ketiadaan rincian teknis memicu polemik mengenai pengawasan belanja publik dan hak warga mengakses data anggaran negara secara terbuka.

Sorotan Belanja Alat Pemadam Karhutla Rp13 Miliar

Upaya konfirmasi awak media kepada Kepala BPBD Provinsi Jambi Bahyuni via pesan singkat WhatsApp belum membuahkan jawaban resmi. Pejabat terkait belum memberikan respon tertulis mengenai transparansi daftar harga satuan perlengkapan pemadam api tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Andre mengarahkan wartawan agar meminta penjelasan teknis langsung kepada pimpinan tertingginya. Belum ada konfirmasi mengenai keterlibatan pihak kejaksaan daerah dalam mendampingi tender pengadaan barang bernilai miliaran rupiah tersebut.

Aparat pengawas internal pemerintah daerah menyatakan telah menurunkan personel pemeriksa guna mengawal aliran dana penanganan karhutla. Tim auditor inspektorat daerah kini tengah bekerja menuntaskan agenda reviu penggunaan anggaran jumbo tersebut.

Inspektur Provinsi Jambi Ali Zaini menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal pemanfaatan anggaran bantuan pusat itu. “Nanti kepada OPD terkait kita minta artinya hasil reviu segera ditindaklanjuti,” tegasnya saat memberikan keterangan resmi.

Baca Juga :  Kabut Asap Jambi HKTI Imbau Warga Pakai Masker dan Stop Bakar Lahan

Desakan Mahasiswa Menuntut Keterbukaan Anggaran Bencana Karhutla

Ketertutupan rincian realisasi anggaran belanja memicu gelombang unjuk rasa mahasiswa di depan Kompleks Perkantoran Gubernur Jambi. Aliansi BEM Fakultas Hukum Universitas Jambi bersama HMI menggelar unjuk rasa mendesak pemerintah membuka seluruh bukti kuitansi belanja lapangan.

Massa aksi gagal berdialog langsung dengan Gubernur Jambi Al Haris yang tidak berada di lokasi unjuk rasa. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Ismed Wijaya menemui para pengunjuk rasa untuk menampung seluruh aspirasi mahasiswa.

Ketiadaan titik temu dan komitmen transparansi tertulis membuat amarah para demonstran memuncak di depan pintu gerbang kantor. Mahasiswa akhirnya menyegel gerbang utama Kantor Gubernur Jambi sebagai simbol protes keras atas lambatnya keterbukaan informasi publik.

Keterbukaan informasi pengadaan barang menjadi kunci utama guna memastikan anggaran negara benar-benar menyasar penyelamatan hutan dari ancaman kebakaran. Awak media masih terus menunggu penjelasan resmi BPBD Jambi mengenai rincian belanja perlengkapan lapangan tersebut.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dubes Palestina Kunjungi UIN STS Jambi, Ratusan Mahasiswa Gaungkan Aksi Kemanusiaan
Kecelakaan Maut di Paal Merah Jambi Renggut Dua Nyawa Pengendara Motor
Sempat Gagal, Tender Proyek Jalan Sengeti Tetapkan Pemenang Rp3,3 Miliar
Dugaan Tambang Emas Ilegal di TNKS Kerinci Viral, Polisi Telusuri Jejak Pemodal
Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Terima Kunjungan Silaturahmi Keluarga Besar PKPS di Rumah Dinas
Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi di Gedung Siginjai
Kunjungi Masjid Raudatussa’adah, Wako Alfin Bawa Bantuan Dana Pembangunan
Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari Jambi, Tim SAR Lakukan Penyelaman
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Dubes Palestina Kunjungi UIN STS Jambi, Ratusan Mahasiswa Gaungkan Aksi Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Kecelakaan Maut di Paal Merah Jambi Renggut Dua Nyawa Pengendara Motor

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Sempat Gagal, Tender Proyek Jalan Sengeti Tetapkan Pemenang Rp3,3 Miliar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dugaan Tambang Emas Ilegal di TNKS Kerinci Viral, Polisi Telusuri Jejak Pemodal

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Terima Kunjungan Silaturahmi Keluarga Besar PKPS di Rumah Dinas

Berita Terbaru