Jakarta, Oegopost.id – Banyak pengendara mengabaikan pentingnya menjaga posisi kaki saat naik sepeda motor matik secara benar setiap hari. Kebiasaan membuka kaki melebar ke samping justru memicu rasa tidak nyaman dan mengancam keselamatan perjalanan.
Pengendara wajib menempatkan kedua telapak kaki secara pas pada dek pijakan yang tersedia. Langkah sederhana ini menjaga stabilitas tubuh tetap prima saat melintasi berbagai kondisi jalur.
Instruktur Keselamatan Berkendara PT Astra Honda Motor, Hendrik Ferianto, mengingatkan dampak buruk membiarkan kaki terlalu terbuka. Posisi yang salah langsung membuat otot kaki tertarik dan cepat mengalami kelelahan ekstrem.
Hendrik memaparkan temuan tersebut saat membagikan panduan berkendara aman di Semarang pada Kamis (8/10/2026). Ia meminta pemotor segera meluruskan kaki agar otot kembali rileks selama berkendara.
Pengendara kerap tidak menyadari posisi kaki mereka karena pandangan mata terus terpusat mengawasi lalu lintas. Otot yang tertarik terus-menerus dalam durasi lama berisiko memicu cedera dan pegal yang mengganggu perjalanan.
Posisi Kaki Melebar Bisa Menghambat Laju Kendaraan Bermotor
Kaki yang menjulur keluar dek pijakan menciptakan hambatan angin cukup besar saat motor melaju kencang. Hambatan udara tersebut langsung memperlambat akselerasi serta mengacaukan kelancaran pergerakan kendaraan di aspal.
Kondisi ini merugikan pengendara karena tubuh manusia bukan perangkat aerodinamika seperti sayap mobil balap. Juluran kaki sama sekali tidak menghasilkan gaya tekan ke bawah seperti winglet pada motor MotoGP.
Tubuh pengendara justru menahan terpaan angin kencang secara langsung saat membiarkan kaki terbuka ke samping. Situasi tersebut memaksa mesin bekerja lebih berat akibat hambatan udara tambahan yang tidak perlu.
Pemotor harus merapatkan kaki ke dalam dek pelindung motor matik sepanjang rute perjalanan. Langkah ini membelah terpaan angin secara efektif saat pengendara memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi.
Dek motor matik memang dirancang khusus untuk melindungi kaki pengendara dari terpaan angin samping. Pengendara yang memanfaatkan ruang pijakan secara maksimal akan merasakan laju motor yang jauh lebih stabil.
Keseimbangan Tubuh Menurun Drastis Saat Menikung Tajam Jalanan
Bahaya posisi kaki mengangkang juga mengancam pengendara ketika motor harus bermanuver miring di tikungan. Kaki yang keluar dari dek merusak titik berat tubuh sehingga motor menjadi liar dan sulit dikendalikan.
Pengendara wajib mempertahankan telapak kaki pada pijakan agar postur berkendara tetap terkontrol dengan baik. Pengendalian postur yang stabil menghindarkan pemotor dari risiko tergelincir saat memiringkan motor.
Faktor kenyamanan posisi duduk juga memegang peranan vital untuk mendukung pengendalian motor matik secara sempurna. Pemotor perlu mengarahkan fokus mata ke jalur tujuan agar antisipasi bahaya bekerja lebih cepat.
Pengendara juga harus mengoperasikan setang kemudi serta tuas gas secara halus sepanjang perjalanan. Pergerakan tangan yang tenang mencegah motor tersentak mendadak saat melewati tikungan maupun permukaan jalan bergelombang.
Penerapan posisi kaki yang tepat menjaga daya tahan fisik pemotor tetap segar meski menempuh jarak jauh. Pengendara pun mampu mengendalikan laju sepeda motor matik dengan penuh percaya diri sampai ke tempat tujuan.(ar)









