Warga Desak Evaluasi Kadis PMD Buntut Bimtek BPD Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bimtek BPD se-Kota Sungai Penuh pada tanggal 23 sampai dengan 26 September 2026.(poto: istimewa).

Bimtek BPD se-Kota Sungai Penuh pada tanggal 23 sampai dengan 26 September 2026.(poto: istimewa).

Sungai Penuh, oegopost.id – Pelaksanaan Bimtek BPD Sungai Penuh di Grand Hotel Kota Jambi memicu gelombang kritik tajam dari masyarakat. Warga menilai kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa tersebut menghabiskan anggaran daerah hingga ratusan juta rupiah secara berlebihan.

Lembaga Pelatihan Indonesia (LAPIN) menggelar agenda bimbingan teknis ini selama empat hari, mulai 23 hingga 26 September 2026. Panitia memberikan pelatihan mengenai pengawasan pembangunan fisik serta tata kelola keuangan dana desa bagi seluruh perwakilan peserta.

Sebanyak 65 desa di Kota Sungai Penuh mengirimkan rata-rata lima perwakilan aparatur untuk menghadiri forum tersebut. Sebanyak 325 orang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tercatat memadati ruang pertemuan hotel berbintang di luar daerah tersebut.

Setiap peserta mengeluarkan biaya operasional kepesertaan sekitar Rp2,5 juta selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Total perputaran dana publik untuk membiayai rombongan besar ini menembus angka fantastis Rp812,5 juta.

Angka ratusan juta rupiah tersebut masih menjadi estimasi awal berdasarkan hitungan kasar tarif kepesertaan per individu. Pihak penyelenggara hingga saat ini belum membeberkan dokumen rincian pembiayaan resmi maupun asal-usul sumber dana kegiatan. Warga kini menyuarakan desakan terbuka agar pimpinan daerah segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Pemkot Jambi Salurkan 1.400 Ton Beras Bantuan Pangan

Urgensi Pelatihan Ratusan Juta Jelang Masa Purna Tugas

Masyarakat mempertanyakan urgensi penyelenggaraan pelatihan berbiaya fantastis ini mengingat masa jabatan anggota BPD berakhir pada 2027 mendatang. Warga memandang pengeluaran dana hampir Rp1 miliar tersebut sangat tidak efektif untuk sisa masa pengabdian yang sangat singkat.

Publik meragukan manfaat jangka panjang program ini terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan desa di Kota Sungai Penuh. Warga memprotes keras kebijakan panitia yang justru menggelar kegiatan pelatihan di hotel luar kabupaten.

Perjalanan dinas melintasi antar-kabupaten tersebut otomatis menyedot biaya transportasi dan akomodasi tambahan dalam jumlah besar. Dinas PMD semestinya mengutamakan penyelenggaraan acara di dalam wilayah daerah sendiri guna mendukung langkah efisiensi kas daerah.

Pemanfaatan fasilitas pertemuan lokal sanggup menekan biaya penginapan serta ongkos logistik peserta secara drastis. Keputusan memilih lokasi luar kota menunjukkan ketidakpekaan penyelenggara terhadap kondisi keuangan daerah yang sedang memperketat pengeluaran operasional.

Baca Juga :  PetroChina Bangun Jalan Geragai untuk Kelancaran Ekonomi Masyarakat Tanjabtim

Respons Minim Pejabat Terkait Aliran Dana Pelatihan

Kepala Dinas PMD Kota Sungai Penuh, Setra Delpi, hanya memberikan tanggapan yang sangat singkat saat wartawan mengonfirmasi kegiatan ini melalui pesan WhatsApp. Pejabat bersangkutan sekadar menuliskan nama lembaga mitra tanpa menguraikan dasar kebijakan maupun pertimbangan penunjukan lokasi luar daerah.

“Lapin,” tulis Setra Delpi singkat melalui pesan tertulis kepada awak media yang meminta penjelasan resmi.

Sikap tertutup pejabat dinas tersebut semakin menyulut tanda tanya publik mengenai dasar pertimbangan pemilihan hotel mewah di luar wilayah. Dinas terkait bersama panitia LAPIN belum memberikan bukti rincian pengeluaran untuk honor narasumber, biaya sewa kamar, maupun tiket transportasi.

Warga menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi syarat mutlak untuk mencegah penyelewengan dana desa. Pengusutan terhadap LAPIN serta pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran dinas terkait menjadi tuntutan utama warga demi menjaga integritas tata kelola anggaran daerah.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total
Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026
Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026

Berita Terbaru