Sungai Penuh, oegopost.id – Peserta didik madrasah kembali mengukir capaian positif di tingkat provinsi melalui gagasan lingkungan hidup. Oleh karena itu, siswi MAN 1 Sungai Penuh, Moza Suci Wulandari, sukses menembus jajaran Top 5 Best Project Pra-JGH dalam ajang Duta Generasi Hijau Provinsi Jambi.
Siswi kelas XII F3 ini berhasil mengungguli ratusan gagasan lain dari berbagai daerah. Bahkan, ia menempatkan karyanya di posisi lima besar dari total 170 proyek peserta yang bersaing ketat.
Selain mengamankan posisi lima besar proyek terbaik, Moza juga meraih predikat Top 3 Peserta Teraktif. Keaktifannya menyuarakan isu lingkungan menjadi nilai tambah selama seluruh tahapan kegiatan berlangsung.
Keberhasilan ini membuktikan komitmen generasi muda madrasah dalam merawat kelestarian alam. Oleh sebab itu, langkah nyata Moza sekaligus menginspirasi pelajar lain untuk makin peduli pada isu kepedulian lingkungan.
Dukungan Kemenag Terhadap Inovasi Dan Kepedulian Lingkungan Siswa
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh, H. Hardiman, S.Ag., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Pihaknya menilai prestasi ini mempertegas ruang tumbuh pelajar madrasah dalam melahirkan karya nyata.
Selanjutnya, Hardiman menegaskan bahwa peserta didik madrasah memiliki keseimbangan kemampuan akademik dan kreativitas. Potensi tersebut terbukti mampu menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Ia juga menilai inovasi Moza sejalan dengan semangat Asta Protas Menteri Agama Republik Indonesia. Sebab, fokus gagasan tersebut menguatkan konsep Ekoteologi yang mengintegrasikan nilai keagamaan dan pelestarian alam.
Menurut Hardiman, konsep Ekoteologi menekankan pentingnya kesadaran keagamaan dalam menjaga ekosistem bumi. Nilai-nilai spiritual ini menjadi landasan moral utama bagi setiap individu dalam memperlakukan lingkungan secara bijak.
Selain itu, Hardiman menyebutkan bahwa pihak sekolah harus menanamkan kepedulian lingkungan sejak masa sekolah. Sebab, lingkungan pendidikan memegang peranan kunci dalam membentuk pola pikir serta karakter generasi muda.
Maka dari itu, madrasah memegang posisi strategis untuk mentransformasi nilai-nilai kebaikan tersebut secara konsisten. Pembelajaran di madrasah tidak sekadar mengejar nilai akademis, tetapi juga mengasah kepedulian sosial pelajar.
Di samping itu, ajang Duta Generasi Hijau turut membekali para siswa dengan keterampilan kepemimpinan serta kolaborasi. Pengalaman ini membentuk keberanian peserta dalam menyampaikan ide-ide perubahan di tingkat publik.
Oleh karena itu, Kemenag Kota Sungai Penuh terus mendukung seluruh program pengembangan bakat siswa. Pemerintah berharap makin banyak pelajar madrasah yang berani mengeksekusi gagasan berdampak luas.
Apresiasi Sekolah Dan Harapan Pembentukan Karakter Generasi Muda
Apresiasi senada juga datang dari Kepala MAN 1 Sungai Penuh, Hendri Bahtera, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan rasa bangga mendalam atas kerja keras yang anak didiknya tunjukkan.
Oleh sebab itu, Hendri berharap pencapaian Moza mampu memantik semangat belajar bagi pelajar lainnya. Pihak sekolah berkomitmen terus menyediakan ruang kreasi agar bakat siswa terfasilitasi dengan maksimal.
Selanjutnya, ia mendoakan agar Moza konsisten mengembangkan potensi diri pada masa mendatang. Keberhasilan ini menjadi pendorong semangat bagi seluruh civitas akademika MAN 1 Sungai Penuh.
Hasil ini menjadi bukti nyata kesuksesan pembinaan karakter pelajar di lingkungan madrasah. Sebab, madrasah terbukti mampu melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual dan peka terhadap alam.
Akhirnya, Hardiman berharap gerakan peduli lingkungan ini terus meluas di Kota Sungai Penuh. Kesadaran kolektif dari para pelajar akan mendorong aksi nyata pelestarian alam yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, para generasi muda hendaknya tidak hanya memahami konsep pelestarian secara teoretis semata. Mereka harus hadir sebagai pelaku utama yang aktif menjaga kelestarian lingkungan hidup secara konsisten.(ar)









