Jakarta, oegopost.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menetapkan Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia masa jabatan 2026–2031. Keputusan ini lahir melalui rapat paripurna yang berlangsung khidmat pada Selasa (18/8/2026).
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin langsung jalannya persidangan. Seluruh fraksi di parlemen menyatakan setuju atas pemilihan sosok asal Jambi tersebut.
Sebelum mencapai tahap ini, Pimpinan DPR menyerahkan berkas usulan kepada Komisi II DPR pada akhir Juli 2026. Langkah ini bertujuan untuk membedah rekam jejak serta kapasitas calon secara mendalam.
Komisi II DPR kemudian menyelesaikan seluruh tahapan kajian dengan cermat. Pimpinan komisi menyerahkan hasil pemilihan kembali kepada pimpinan dewan untuk proses selanjutnya.
Rapat konsultasi pengganti Badan Musyawarah (Bamus) DPR sepakat mengusung Nuzran Joher sebagai calon kuat. Ia dinilai mampu memimpin lembaga pengawas pelayanan publik ini dengan integritas tinggi.
Saat Dasco meminta persetujuan di forum paripurna, seluruh anggota dewan kompak memberikan dukungan. Kesepakatan bulat ini menandai awal babak baru kepemimpinan Ombudsman RI.
Profil dan Rekam Jejak Tokoh Jambi
Nuzran Joher lahir di Maliki Air, Kerinci, Jambi, pada 28 Oktober 1973. Ia merupakan putra keempat dari enam bersaudara yang memiliki dedikasi pendidikan kuat.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD N 16/III Koto Beringin Rawang, Kerinci. Kemudian, ia melanjutkan sekolah ke MTsN Sungai Penuh dan PGAN Sungai Penuh.
Ketertarikan pada dunia akademis mendorongnya meraih gelar sarjana dari IAIN Imam Bonjol Padang pada 1997. Nuzran lalu menuntaskan pendidikan magister di Universitas Pramita Indonesia tahun 2009.
Jiwa kepemimpinannya tumbuh subur sejak bangku kuliah di Padang. Ia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk mengasah kemampuan manajerial.
Nuzran bahkan berhasil mengemban amanat sebagai Ketua Senat Mahasiswa IAIN Padang periode 1997–1998. Kiprahnya melesat hingga menjabat Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) HMI tahun 2002–2004.
Pengalaman Organisasi dan Karier Politik Nasional
Selain aktif dalam pergerakan mahasiswa, Nuzran fokus pada kegiatan sosial. Ia rutin membina lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah asalnya.
Ia juga memimpin berbagai aksi kepedulian masyarakat di Jambi maupun Jakarta. Pengalaman organisasi ini menjadi modal utama saat ia terjun ke dunia politik.
Nuzran sukses mengamankan kursi Anggota DPD RI utusan Dapil Jambi periode 2004–2009. Selama bertugas di Senayan, ia memperjuangkan pembangunan daerah serta peningkatan mutu pendidikan.
Ia memperluas pengabdiannya dengan menjadi Staf Ahli Ketua DPR RI setelah masa tugasnya. Nuzran juga memimpin sejumlah alat kelengkapan DPD RI dengan penuh tanggung jawab.
Ia memperkuat Komisi Kajian Ketatanegaraan (KKK) MPR RI selama dua periode berturut-turut. Kontribusinya tercatat pada periode 2015–2019 dan 2019–2024.
Di tingkat lokal, ia sempat berkontestasi sebagai calon wakil wali kota Sungai Penuh periode 2016–2021. Pengalaman ini memperkaya pemahamannya tentang tata kelola pemerintahan yang baik.
Fokus Strategis Ombudsman Republik Indonesia Mendatang
Awal tahun 2026 menjadi titik balik penting dalam karier profesional Nuzran. Ia terpilih menjadi satu dari sembilan komisioner Ombudsman RI.
DPR RI kini memberikan kepercayaan penuh kepada Nuzran untuk memimpin lembaga ini. Masyarakat menaruh harapan besar terhadap integritas dan kapasitas kepemimpinannya.
Nuzran akan menjalankan mandat ini hingga lima tahun ke depan. Ia berkomitmen mengawasi pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat luas.
Pihak Ombudsman RI diharapkan semakin responsif terhadap keluhan masyarakat di bawah komandonya. Kepemimpinan Nuzran menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan negara.(ar)









