Jambi, oegopost.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Jambi terus memasifkan sosialisasi pencegahan perundungan di sekolah secara berkelanjutan. Petugas lapangan mendatangi berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di wilayah Kota Jambi.
Langkah proaktif ini menyasar para siswa sekaligus orang tua murid untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Pemerintah daerah berkomitmen menekan potensi tindak kekerasan pada anak sejak dini melalui edukasi secara menyeluruh.
Layanan Pita Molin Jangkau Berbagai Sekolah Dasar
Pihak dinas memaksimalkan peran Pusat Pembelajaran Keluarga dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak. Petugas mendatangi sekolah secara langsung, baik atas permintaan pihak sekolah maupun melalui program rutin dinas.
UPTD PPA menghadirkan inovasi layanan keliling yang populer dengan sebutan Mobil Perlindungan atau Pita Molin. Armada khusus ini memfasilitasi pelayanan, informasi, dan konsultasi secara langsung kepada seluruh warga sekolah.
Petugas memanfaatkan momen apel pagi untuk menyampaikan materi edukasi seputar bahaya serta dampak buruk perilaku perundungan. Para siswa menyimak arahan mengenai pentingnya saling menghargai sesama teman di lingkungan sekolah.
Tim ahli memberikan penjelasan secara komunikatif agar anak-anak mudah memahami batasan perilaku sosial yang sehat. Pendekatan persuasif ini bertujuan membentuk mentalitas siswa yang saling mendukung dan bebas dari rasa takut.
Edukasi Orang Tua Kuatkan Perlindungan Anak Sekolah
Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverintiwi Dewanti menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam menjaga keamanan psikologis anak. Menurutnya, pencegahan perundungan membutuhkan kolaborasi yang solid antara guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat.
Pihak dinas mendorong orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak di rumah. Komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua menjadi kunci utama dalam mendeteksi potensi masalah perundungan sejak dini.
Meskipun laporan kasus perundungan yang masuk ke DPMPPA Kota Jambi masih relatif jarang, koordinasi antarinstansi tetap berjalan ketat. Pihak sekolah dapat mengajukan permohonan narasumber apabila membutuhkan pendampingan khusus dari tim ahli.
Petugas siap memenuhi undangan sekolah yang memerlukan sosialisasi tambahan untuk menyelesaikan permasalahan di tingkat lokal. Kehadiran narasumber berpengalaman membantu sekolah dalam merumuskan langkah penanganan yang tepat dan bijak.
DPMPPA Kota Jambi Perluas Jangkauan Sosialisasi Sekolah
Noverintiwi menambahkan bahwa program sosialisasi ini akan menjangkau lebih banyak sekolah dalam beberapa waktu ke depan. Pihaknya berencana melipatgandakan frekuensi kunjungan lapangan untuk mengoptimalkan dampak program perlindungan anak.
Integrasi antara fasilitas Pita Molin dan kegiatan sekolah terbukti efektif meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah. Langkah nyata ini memperkuat posisi Kota Jambi sebagai daerah yang berkomitmen tinggi terhadap perlindungan perempuan dan anak.
Sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah menjadi fondasi utama dalam menciptakan ruang belajar yang kondusif. DPMPPA Kota Jambi optimistis upaya masif ini mampu mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.(ar)









