Sungai Penuh, oegopost.id – Suasana meriah menyemarakkan peringatan Hari Anak Nasional Sungai Penuh yang terintegrasi dengan kegiatan Komunitas Belajar Gemilang di TK Pembina. Selain itu, acara tahunan ini mengusung tema utama “Sayang Anak, Lindungi Anak, dan Bangun Masa Depan Anak” guna menguatkan perlindungan generasi muda.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep.Ns., memimpin langsung seluruh rangkaian kegiatan edukatif tersebut. Selanjutnya, momen berharga ini membuka ruang interaksi hangat antara jajaran pemerintah daerah, para pendidik, dan ratusan anak usia dini.
Para peserta mengawali rangkaian acara dengan kegiatan senam bersama yang memicu keceriaan di halaman sekolah. Setelah itu, panitia melanjutkan prosesi pelepasan balon ke udara serta menyajikan pertunjukan Tari Sekapur Sirih untuk menyambut tamu kehormatan.
Di samping itu, sejumlah tokoh penting daerah turut menghadiri acara ini untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini. Tokoh yang hadir di antaranya Ketua GOW Mawarti Azhar, Ketua Pokja PAUD Winda Rahayu, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Bovi Handriyanto.
Peringatan Hari Anak Nasional Di Kota Sungai Penuh
Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi Handriyanto, S.Pd., MM., menyampaikan pidato mengenai arah kebijakan pendidikan daerah. Pihaknya menegaskan komitmen kuat jajaran Dinas Pendidikan untuk terus menggenjot mutu serta sarana belajar anak di seluruh wilayah.
Bahkan, kebijakan daerah ini menyelaraskan program prioritas Kementerian Pendidikan terkait percepatan penuntasan program wajib belajar 13 tahun. Sebab, skema pendidikan nasional tersebut mewajibkan anak-anak menempuh minimal satu tahun pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh memanfaatkan momen ini untuk menyerahkan penghargaan formal kepada instansi pendidikan berprestasi. Pihaknya menyerahkan penghargaan khusus tersebut kepada sekolah yang sukses memenuhi kriteria penyusunan modul ajar kreatif dan video pembelajaran berkualitas.
Tentu saja, penyerahan penghargaan ini bertujuan memacu semangat para pendidik dalam menciptakan inovasi metode pengajaran yang adaptif serta menyenangkan. Hasilnya, para penerima penghargaan membuktikan komitmen tinggi dalam merancang materi pembelajaran berbasis teknologi serta kebutuhan tumbuh kembang anak.
Dukungan Wajib Belajar Dan Apresiasi Bagi Tenaga Pendidik
Pada momen yang sama, Bunda PAUD Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, menegaskan pentingnya peringatan ini sebagai pengingat kepedulian bersama. Oleh sebab itu, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memprioritaskan pemenuhan hak, perlindungan hukum, dan pengawasan tumbuh kembang anak.
Lebih lanjut, Sri Kartini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang gigih membimbing murid tanpa mengenal lelah. Menurutnya, dedikasi tulus tenaga pendidik menjadi pondasi vital dalam mencetak generasi muda Kota Sungai Penuh yang berkarakter serta berdaya saing.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga pendidik yang telah dengan penuh ketulusan mengabdi, mendidik, membimbing, dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita,” ujar Sri Kartini. Sontak, ungkapan syukur tersebut memancing tepuk tangan meriah dari ratusan guru dan tamu undangan yang memadati lokasi acara.
Selanjutnya, beliau mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga demi menghadirkan atmosfer belajar yang aman serta sehat. Bagaimanapun juga, kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama agar setiap anak Indonesia dapat tumbuh secara optimal dan bahagia.
Komitmen Bersama Mewujudkan Lingkungan Sekolah Lebih Ramah Anak
Sebagai puncaknya, seluruh pemangku kepentingan menandatangani dokumen komitmen bersama di akhir rangkaian acara. Kesepakatan ini mengikat seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, kondusif, dan bebas dari ancaman kekerasan.
Selain mengenai keamanan, dokumen tersebut juga memuat pasal penegasan terkait gerakan penanganan sampah serta kebersihan lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Akibatnya, seluruh satuan pendidikan berjanji mengedukasi para siswa sejak dini agar senantiasa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar.
Melalui kesepakatan ini, Kota Sungai Penuh menargetkan seluruh TK dan PAUD menjadi zona hijau yang bebas dari sampah plastik. Singkatnya, penandatanganan komitmen menjadi bukti nyata keseriusan daerah dalam merealisasikan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan menyenangkan.(ar)









