Anggaran Subsidi Energi APBN 2027 Dipangkas Rp11 Triliun, DPR Buka Suara

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) menerima berkas pendapat akhir dari Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) pada Rapat Paripurna DPR RI ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).(poto: inilah.com).

Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) menerima berkas pendapat akhir dari Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) pada Rapat Paripurna DPR RI ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).(poto: inilah.com).

Jakarta, oegopost.id – Badan Anggaran DPR RI dan pemerintah resmi menyetujui alokasi subsidi energi APBN 2027 sebesar Rp261,5 triliun. Namun, angka tersebut menyusut Rp11,44 triliun dari rencana awal pemerintah yang mencapai Rp272,95 triliun.

Oleh karena itu, pimpinan DPR mengumumkan keputusan efisiensi ini dalam Rapat Paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta. Walaupun nilai anggaran menurun, DPR menjamin negara tetap memperhatikan kesejahteraan warga miskin.

Selanjutnya, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menegaskan bahwa perbaikan data penerima menjadi alasan utama efisiensi anggaran. Maka dari itu, pemerintah dapat mengarahkan penyaluran bantuan energi secara lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Turun di Sahabat Pegadaian

Selain itu, Said mengungkapkan masalah kekeliruan penyaluran bantuan energi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Sebab, kelompok masyarakat kelas bawah justru tidak menikmati kucuran bantuan secara maksimal.

Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen menyisir ulang basis data penerima bantuan. Jadi, langkah penyempurnaan Data Terpadu Sektor Energi Nasional (DTSEN) ini dapat mencegah kebocoran anggaran ke kelompok masyarakat mampu.

Rincian Jatah Anggaran BBM LPG Dan Listrik

Sementara itu, tim penyusun menetapkan postur anggaran energi dengan patokan harga minyak mentah Indonesia US$75 per barel. Selain itu, perhitungan ini juga menggunakan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS.

Baca Juga :  SOKSI Mendesak DPR Segera Menuntaskan RUU Perampasan Aset Negara

Kemudian, pemerintah mengalokasikan porsi terbesar senilai Rp131,39 triliun untuk BBM dan LPG tabung 3 kg. Pembagian tersebut mencakup alokasi BBM jenis tertentu Rp28,34 triliun serta LPG 3 kg Rp103,05 triliun.

Di samping itu, pemerintah menentukan kuota BBM sebesar 19,56 juta kilo liter untuk minyak tanah dan solar. Lalu, pemerintah mematok volume LPG 3 kg sebesar 8 juta metrik ton dengan subsidi solar Rp1.000 per liter.

Akhirnya, sektor ketenagalistrikan menerima alokasi subsidi sebesar Rp130,10 triliun dari total anggaran. Angka tersebut meliputi subsidi tahun berjalan Rp117,84 triliun dan pelunasan kurang bayar tahun 2025 senilai Rp12,26 triliun.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?
Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu
Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit
Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional
Penyebab Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan Langkah BI
Rupiah Rontok Rp18.000/US$, Bank Indonesia Buka Suara
Rupiah Anjlok Tembus Rp18.000, Daya Beli Kelas Menengah Terancam
Sri Kartini Alfin Dorong Promosi Kerajinan Sungai Penuh di KRIYANUSA 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional

Rabu, 30 September 2026 - 09:40 WIB

Penyebab Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan Langkah BI

Berita Terbaru

Ilustrasi: Desain modern Realme P4s Lite varian warna Nebula Black & Moonlight Silver dengan baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Realme P4s Lite Resmi Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi perangkat flagship Samsung Galaxy Ultra. Model Galaxy S27 Ultra dirumorkan mengusung baterai 5.700mAh dengan pengisian 60W yang lebih efisien.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Isi Baterai Lebih Kencang

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:58 WIB