Jakarta, Oegopost.id – PT BYD Motor Indonesia memperkuat strategi bisnis domestik pada 2026. Langkah ini bertujuan menjaga dominasi penjualan mobil listrik BYD di pasar nasional.
Pabrikan asal Cina ini memaksimalkan fasilitas perakitan di Subang, Jawa Barat. Selain itu, perusahaan memperluas kemitraan dealer demi mempercepat distribusi unit.
Manajemen menilai kuartal IV/2026 sebagai periode penting bagi akselerasi bisnis. Kehadiran pabrik lokal berhasil memangkas waktu tunggu pengiriman unit secara signifikan.
Langkah ini juga mempermudah penyediaan varian mobil sesuai tren pasar. Kesiapan rantai pasok lokal membantu perusahaan menjawab lonjakan permintaan konsumen.
“Kuartal IV bisa menjadi momentum penting bagi kami dalam percepatan penjualan kendaraan elektrifikasi, mengingat saat ini kami sudah didukung fasilitas produksi di Subang sehingga meningkatkan kapabilitas dan speed supply unit, dan fleksibilitas varian dalam memenuhi demand market,” ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan kepada Bisnis, Senin (12/10/2026).
Data Gaikindo mencatat performa impresif BYD sepanjang Januari hingga September 2026. Pengiriman unit dari pabrik ke dealer menembus 43.727 unit.
Pada periode sama, penjualan ritel ke konsumen mencapai 42.710 unit. Capaian ini membuktikan tingginya kepercayaan pasar terhadap produk BYD.
Pabrik Perakitan Subang Perkuat Suplai Kendaraan Nasional
Fasilitas produksi di Subang menyerap nilai investasi sebesar Rp16 triliun. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun.
Operasional pabrik melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok. Saat ini, fasilitas tersebut menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.
Manajemen menargetkan penyerapan tenaga kerja mencapai 20.000 orang ke depan. Target ini berlaku ketika kapasitas produksi pabrik beroperasi penuh.
BYD juga membangun jaringan fisik sebanyak 110 dealer resmi. Manajemen menyasar wilayah tier II di luar kota-kota utama.
Langkah ini memperluas jangkauan pasar kendaraan ramah lingkungan di daerah. Penetrasi pasar kini tidak hanya menumpuk di pusat ekonomi.
Selain itu, BYD merilis inovasi teknologi Dual Mode atau PHEV. Sistem ini memadukan mesin bensin dengan motor listrik efisien.
Teknologi hibrida tersebut menjadi solusi praktis di wilayah minim fasilitas pengisian daya. Pengguna tetap menikmati sensasi berkendara khas mobil listrik.
“Kemudian, kami juga telah memperkenalkan teknologi DM atau PHEV, di mana saat ini dapat menjawab kendala infrastruktur pengecasan di wilayah kota kecil namun tetap dengan pengalaman dan efesiensi kendaraan listrik,” kata Luther.
Portofolio Lengkap Dongkrak Pertumbuhan Penjualan Mobil Listrik
BYD menawarkan portofolio produk yang menyasar berbagai kalangan konsumen. Pilihan model mencakup Atto 1, M6 EV, hingga varian M6 DM.
Pada segmen premium, perusahaan menghadirkan model MPV mewah Denza D9. Varian ini menyasar konsumen yang mendambakan kenyamanan kelas atas.
Langkah BYD memperbanyak model selaras dengan laju pasar nasional. Gaikindo mencatat total wholesales BEV nasional mencapai 117.218 unit hingga September 2026.
Volume pasar yang besar memicu persaingan ketat antaragen pemegang merek. Banyak pabrikan kini berlomba merakit kendaraan secara lokal di Indonesia.
BYD memanfaatkan perakitan domestik guna menjaga stabilitas harga jual. Fasilitas lokal juga menjamin ketersediaan suku cadang resmi bagi konsumen.
Ekspansi 110 dealer turut memperkokoh penetrasi kendaraan ke pelosok daerah. Diversifikasi teknologi PHEV melengkapi keunggulan pasokan pabrik Subang.
Kombinasi strategi ini memastikan kelancaran distribusi unit hingga akhir tahun. BYD optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif secara berkelanjutan.(ar)









