Sungai Penuh, oegopost.id – DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh resmi memulai babak baru konsolidasi organisasi daerah setelah Hutri Randa, S.Sos., MM., menerima SK Golkar Sungai Penuh periode 2026–2031. Politisi muda tersebut kini memegang mandat penuh untuk menggerakkan seluruh potensi mesin partai berlambang pohon beringin.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Drs. H. Cek Endra, menyerahkan dokumen legalitas tersebut secara langsung di Hotel Aryaduta Palembang pada Jumat malam (2/10/2026). Sekretaris DPD I, Ir. H. Ivan Wirata, ST., MM., MT., turut mendampingi prosesi penting ini di sela kegiatan Rakornis serta Bimtek Fraksi Golkar Sumbagsel.
Penerbitan surat keputusan resmi DPP ini menuntaskan riak dinamika Musda IV yang sempat memicu perdebatan terkait validitas kepengurusan Pimpinan Kecamatan. Ketegangan internal tersebut akhirnya mencair seiring langkah Benny Wirsa Martalaga yang memilih legawa mundur demi menyelamatkan keutuhan partai.
Hutri Randa sendiri telah mengantongi surat rekomendasi DPP sejak Agustus 2026 sebelum peserta musyawarah daerah menetapkannya secara aklamasi. Kini ia memimpin jajaran kepengurusan inti bersama Haidir, SE., yang menjabat Sekretaris serta Hendri Susiawan, A.Md., yang mengemban posisi Bendahara.
Jajaran pengurus baru langsung memikul ekspektasi politik yang sangat tinggi dari seluruh kader beringin di tingkat akar rumput. Kepemimpinan anyar ini menghadapi ujian terberat untuk membuktikan ketangguhan partai dalam mempertahankan kursi pemenang pemilu pada Pileg 2029 mendatang.
Tantangan Berat Menjaga Kursi Parlemen Kota Sungai Penuh
Partai Golkar saat ini menempati posisi puncak panggung politik lokal dengan modal elektoral yang sangat impresif di Kota Sungai Penuh. Keberhasilan merebut lima kursi legislatif pada Pileg 2024 silam mengantarkan partai beringin menyegel posisi prestisius sebagai Ketua DPRD.
Kekuatan para legislator petahana yang mengakar kuat di tengah masyarakat menjadi tulang punggung utama dominasi perolehan suara dewan tersebut. Hutri Randa sendiri telah membuktikan ketokohan elektoralnya dengan mendulang basis suara yang sangat masif di Dapil 2.
Kendati berada di atas angin, partai pemenang pemilu ini terus mewaspadai kejaran agresif partai-partai penantang di parlemen. Fraksi-fraksi lain seperti PDI-P, PKS, PPP, dan PAN terus menempel ketat dengan raihan masing-masing tiga kursi dewan.
Selisih perolehan kursi yang teramat tipis ini menuntut jajaran pengurus bekerja ekstra waspada dalam mengamankan lumbung-lumbung suara rakyat. Golkar berisiko langsung kehilangan kursi pimpinan lembaga legislatif jika sampai tergelincir kehilangan satu kursi saja pada kontestasi mendatang.
Langkah Strategis Memperkuat Soliditas Menghadapi Kontestasi Pileg 2029
Hutri Randa kini memprioritaskan langkah rekonsiliasi internal secara menyeluruh guna menyatukan kembali kelompok-kelompok yang sempat berjarak pascamusda. Konsolidasi yang menjangkau hingga tingkat pengurus ranting ini menutup celah gesekan tersembunyi yang berpotensi melumpuhkan daya juang mesin organisasi.
Manajemen partai juga mulai merancang peta jalan penjaringan tokoh-tokoh potensial yang mampu mendongkrak perolehan suara secara efektif. Langkah perekrutan figur-figur baru ini melengkapi strategi penyegaran komposisi calon legislatif agar partai tidak sepenuhnya bergantung pada kader petahana.
Ketua DPD I Cek Endra menegaskan instruksi kepada seluruh jajaran pengurus agar segera merapatkan barisan kerja di tengah masyarakat luas. Ia meminta seluruh anggota fraksi membuktikan kinerja nyata di parlemen demi memastikan hegemoni pohon beringin di Kota Sungai Penuh tetap kokoh tak tergoyahkan.(ar)









