Jambi, oegopost.id – Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi menyajikan pemandangan semarak pada Minggu (9/8/2026) pagi. Sebanyak 12.000 peserta dan pengunjung memadati lokasi untuk mengikuti gelaran Presisi Merdeka Run 2026.
Masyarakat dari berbagai pelosok daerah antusias mengikuti ajang olahraga berskala nasional tersebut. Peserta datang langsung dari Kalimantan Timur, Bandung, Sumatera Barat, hingga kota-kota sekitar Jambi.
Panitia melepas para pelari sejak pukul 05.30 WIB untuk menempuh rute yang tersedia. Mereka berkompetisi pada tiga kategori perlombaan, yakni nomor 21K, 10K, serta 5K.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif. Ia bersyukur karena petugas medis tidak mencatat adanya peserta yang dilarikan ke rumah sakit.
Sejumlah pejabat daerah turut menghadiri ajang tahunan yang penuh semangat kebersamaan ini. Gubernur Jambi Al Haris bersama Ketua DPRD Jambi M Hafiz Fattah tampak menyapa warga di panggung utama.
Jajaran Forkopimda seperti Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dan Kejati Jambi Sugeng Hariadi juga ikut mengawal acara. Hadir pula Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Dr Marsudin Nainggolan bersama Kabinda Jambi Marsma TNI Dwiana Pilihanto.
Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin dan Wakapolda Jambi Brigjen Pol Benny Ali meramaikan jajaran tamu VVIP. Para bupati, wali kota, pejabat utama Polda, hingga kepala OPD Provinsi Jambi melengkapi jajaran undangan.
Ajang Olahraga Nasional Mempererat Tali Silaturahmi Antar Komunitas
Kapolda Jambi menilai antusiasme peserta luar daerah membuktikan daya tarik kuat dari kegiatan ini. Ia berharap ajang olahraga bergengsi ini terus menjadi agenda rutin tahunan di Provinsi Jambi.
Acara olahraga ini sekaligus menjadi ruang berkumpul yang hangat bagi para pecinta lari nasional. Panitia menyajikan hiburan panggung menarik usai para pelari melintasi garis finis.
Penyanyi papan atas Marcello Tahitoe atau Ello menghibur ribuan penonton dengan tembang hits ciptaannya. Panitia kemudian membagikan medali serta uang pembinaan bagi para pemenang di setiap kategori.
Pihak penyelenggara membagikan beragam doorprize menarik yang dinantikan seluruh pengunjung Lapangan Garuda. Penampilan energik dari grup musik Silet Open Up menutup kemeriahan acara dengan sempurna.
Krisno mengaku sangat bangga melihat semangat tinggi generasi muda Jambi dalam berlari. Ia meyakini pembinaan berkelanjutan dapat mencetak atlet lari berbakat yang mengharumkan nama daerah.
Kepolisian memandang kegiatan lari ini sebagai sarana mendekatkan diri dengan masyarakat luas. Kepolisian merangkul seluruh elemen warga melalui ajang positif yang menyehatkan tubuh dan pikiran.
Peluang Sport Tourism Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Jambi
Penyelenggaraan kegiatan besar ini membuktikan kesiapan infrastruktur Kota Jambi menggarap acara tingkat nasional. Pemerintah daerah berhasil menciptakan iklim aman yang membuat pendatang merasa nyaman beraktivitas.
Konsep sport tourism membawa angin segar bagi para pelaku usaha mikro dan pedagang lokal. Kedatangan ribuan pelari dari luar provinsi menggerakkan roda ekonomi warga secara nyata dan cepat.
Krisno mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga keramahan sebagai tuan rumah acara nasional. Sikap terbuka warga lokal menjadi kunci utama daya pikat kunjungan wisatawan ke Kota Jambi.
Kehadiran komunitas lari memicu perputaran uang pada sektor penginapan, kuliner, hingga transportasi daerah. Pelaku usaha kecil mengapresiasi keramaian pengunjung yang memadati pusat kota sejak pagi hari.
Pihak kepolisian tetap membuka diri atas segala ketidaknyamanan selama jalannya perlombaan berlangsung. Pengalihan arus lalu lintas sementara sempat berdampak pada kelancaran jalan raya di beberapa titik.
Kapolda Jambi Menyampaikan Apresiasi Dan Permohonan Maaf Resmi
Krisno menyampaikan permohonan maaf terbuka atas gangguan arus lalu lintas selama acara berlangsung. Ia berterima kasih kepada pedagang kaki lima yang mengerti pembatasan area berjualan sementara waktu.
Kapolda memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personil gabungan yang bertugas di lapangan. Kerja keras panitia bersama aparat keamanan sukses menjaga ketertiban dari awal hingga akhir acara.
Petugas kepolisian mengatur rekayasa lalu lintas dengan sigap demi kelancaran para pelari di rute resmi. Masyarakat menyambut baik koordinasi ciamik antara aparat keamanan, panitia, dan pemerintah daerah.
Seluruh jajaran panitia menuntaskan seluruh rangkaian acara sesuai target jadwal yang telah disusun. Pengalaman manis tahun ini menjadi modal berharga untuk menggelar acara yang lebih spektakuler tahun depan.(ar)









