Jambi, oegopost.id – Musprov IPSI Jambi menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus mempercepat pembinaan atlet pencak silat di Provinsi Jambi.
Forum yang berlangsung di Hotel Ratu pada Minggu (14/6) itu mengumpulkan pengurus, perguruan silat, dan pemangku kepentingan olahraga guna menyusun langkah menghadapi agenda prestasi tingkat nasional.
Ketua Umum KONI Provinsi Jambi AKBP Mat Sanusi hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ketua IPSI Provinsi Jambi Hasan Basri Harahap, Staf Ahli Gubernur Jambi Ferry Kusnadi yang mewakili Pemerintah Provinsi Jambi, perwakilan Dispora, serta utusan perguruan silat dari berbagai daerah juga mengikuti agenda itu.
Dalam arahannya, Mat Sanusi menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan atlet IPSI Jambi. Ia menilai atlet pencak silat telah menunjukkan kontribusi nyata setelah berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Jambi pada ajang PON Bela Diri di Kudus.
Menurut Mat Sanusi, capaian tersebut harus menjadi pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Ia meminta seluruh unsur organisasi menjaga ritme kerja agar prestasi terus berkembang.
Musprov Jadi Titik Awal Penguatan Kepemimpinan
Mat Sanusi menegaskan Musprov bukan sekadar agenda pergantian pengurus atau kegiatan administratif. Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk memilih kepemimpinan yang mampu membawa IPSI Jambi berkembang secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat akan lebih siap menjalankan program pembinaan dan menghadapi tantangan ke depan.
Seluruh pengurus dan perguruan silat, kata dia, perlu membangun komunikasi yang sehat dan menjaga kesatuan arah agar target organisasi dapat tercapai.
Dalam kesempatan itu, Mat Sanusi menyoroti rencana pembangunan Gedung IPSI Provinsi Jambi. Program tersebut masuk dalam agenda besar organisasi dan membutuhkan dukungan seluruh elemen.
Pembangunan gedung itu diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp6,3 miliar. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus memperkuat koordinasi dan menjaga kekompakan.
“Tantangan ke depan akan semakin berat. Salah satunya kita punya agenda besar membangun Gedung IPSI senilai Rp6,3 miliar. Untuk menyukseskan itu, modal utamanya adalah kekompakan dan soliditas dari seluruh pengurus serta perguruan yang bernaung di bawah IPSI,” kata Mat Sanusi.
Ia menilai kebersamaan menjadi fondasi utama untuk mewujudkan program tersebut.
Selain penguatan organisasi, KONI Jambi mulai mengarahkan perhatian pada agenda prestasi yang akan datang. Pada 2027, Jambi akan menghadapi Babak Kualifikasi PON dan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Mat Sanusi meminta setiap cabang olahraga menghadirkan pendekatan latihan yang lebih efektif dan adaptif. Ia juga mendorong pencak silat menyiapkan atlet sejak dini agar mampu bersaing pada level nasional.
KONI Jambi menargetkan IPSI dapat mengirim lebih banyak atlet ke ajang PON NTB–NTT tahun 2028.
IPSI Jambi Tegaskan Peran Prestasi dan Pelestarian Budaya
Ketua IPSI Jambi Hasan Basri Harahap berharap Musprov menghasilkan program kerja yang fokus pada peningkatan kualitas atlet dan penguatan organisasi.
Ia menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya mengejar prestasi olahraga. Pencak silat juga membawa nilai budaya yang perlu terus di jaga dan di wariskan.
“Pencak silat bukan hanya sekadar cabor untuk berburu medali dan menciptakan atlet-atlet berprestasi, melainkan juga merupakan warisan luhur adat dan budaya bangsa yang wajib kita lestarikan bersama,” ujar Hasan Basri.
Selain memilih ketua umum dan menyusun kepengurusan baru untuk masa bakti berikutnya, panitia juga akan menggelar pengukuhan anggota IPSI yang baru bergabung.
Sebagai penutup, IPSI menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketua KONI Jambi, perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi, dan perwakilan Dispora Jambi atas dukungan terhadap pembinaan pencak silat di daerah.(ar)









