Jambi, oegopost.id – Di tengah derasnya arus media sosial dan tantangan pergaulan, penyuluhan kenakalan remaja menjadi perhatian penting dalam pembinaan siswa di SMK Kesehatan Fania Salsabila Kota Jambi.
Puluhan pelajar jurusan keperawatan mengikuti kegiatan edukasi yang membahas pembentukan karakter remaja.
Sebanyak 30 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026) di Gedung SMK Kesehatan Fania Salsabila, kawasan Mayang, Kota Jambi.
Kegiatan ini mengangkat tema “Remaja Hebat Tanpa Kenakalan: Kenali Diri, Pahami Hukum, Dekat dengan Agama”.
Komunitas RAKIT Jambi (Ruang Aksi Kolaborasi dan Literasi Jambi) menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.
Sejumlah dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terlibat langsung sebagai pemateri.
Kepala SMK Kesehatan Fania Salsabila, Arvandi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan ini membantu siswa memahami realitas sosial yang mereka hadapi, terutama di era digital yang serba cepat.
Arvandi menegaskan sekolah perlu terus bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk memperkuat pendidikan karakter. Ia menilai kolaborasi ini memberikan dampak langsung bagi perkembangan sikap siswa di sekolah.
Psikologi Remaja: Masa Pencarian Jati Diri
Dosen Psikologi Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Afriansyah, M.Si., membuka sesi materi dengan membahas fase remaja sebagai masa pencarian jati diri.
Ia menjelaskan bahwa remaja sering menghadapi kebingungan dalam mengambil keputusan. Kondisi itu membuat mereka rentan mengikuti pengaruh teman sebaya tanpa pertimbangan matang.
Afriansyah mengingatkan siswa untuk berpikir lebih jauh sebelum bertindak. Ia menekankan bahwa keputusan yang terburu-buru dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pada sesi berikutnya, dosen Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Anggi Purnama Harahap, M.H., membahas aspek hukum yang sering luput dari perhatian remaja.
Ia menjelaskan bahwa pelaku di bawah usia 18 tahun tetap bisa terkena proses hukum. Sistem peradilan pidana anak di Indonesia memang memberikan perlakuan khusus, tetapi tidak menghapus pertanggungjawaban hukum.
Anggi mengingatkan siswa agar tidak menganggap remeh pelanggaran hukum. Ia menegaskan setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus dipahami sejak dini.
Peran Agama dalam Membentuk Pergaulan Remaja
Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Akbar Imanuddin, M.Ud., menutup sesi materi dengan menekankan pentingnya nilai agama dalam kehidupan remaja.
Ia mengajak siswa menjadikan agama sebagai pedoman dalam menentukan sikap dan memilih lingkungan pergaulan. Menurutnya, lingkungan sangat memengaruhi pembentukan karakter seseorang.
Akbar menegaskan bahwa pergaulan yang baik membantu remaja tumbuh lebih positif dan terarah. Sebaliknya, lingkungan yang buruk dapat membawa dampak negatif.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para siswa aktif membahas berbagai persoalan, mulai dari pergaulan remaja, media sosial, hingga tantangan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Komunitas RAKIT Jambi menilai antusiasme tersebut menunjukkan kebutuhan besar akan edukasi karakter yang menyeluruh. Siswa tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik, tetapi juga pembinaan mental, hukum, dan spiritual.(ar)









