Pemkab Merangin Bergerak Cepat Atasi Lonjakan Harga Cabai Pasca Arahan Kemendagri

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Merangin menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring di ruang Media Center Bappeda Merangin pada Rabu (23/9).(poto: kominfo).

Pemkab Merangin menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring di ruang Media Center Bappeda Merangin pada Rabu (23/9).(poto: kominfo).

Merangin, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Merangin langsung mengambil langkah tegas untuk mengendalikan lonjakan harga cabai Merangin yang memicu kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di wilayah tersebut. Jajaran pejabat Pemkab Merangin menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring di ruang Media Center Bappeda Merangin pada Rabu (23/9).

Langkah taktis ini menjadi tindak lanjut cepat atas pengarahan langsung Plt. Inspektur Jenderal Kemendagri, Bachril Bakri, melalui Zoom Meeting. Pemerintah daerah bergerak tanggap untuk menjaga ketersediaan stok pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Pemkab Merangin Petakan Penyebab Lonjakan Harga Cabai Pasaran

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Hendri Widodo, memimpin langsung jalannya rapat koordinasi teknis tersebut. Rapat penting ini menghadirkan perwakilan lintas instansi teknis mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Bappeda, hingga Dinas Koperindag.

Turut hadir pula jajaran dari Bagian Ekonomi serta Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Merangin untuk memperkuat skema penanganan. Seluruh instansi membahas detail kondisi ketersediaan komoditas pangan utama yang terus mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Cek Endra Tanam Perdana Sawit di Sarolangun, Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja Warga

Dalam arahannya, pihak Kemendagri menekankan pentingnya respons cepat dan terukur dari seluruh pemerintah daerah terhadap gejolak harga pangan. Cabai menjadi komoditas paling krusial yang menyumbang angka inflasi terbesar di daerah saat ini.

Menindaklanjuti instruksi pusat, Hendri Widodo menegaskan dua komitmen utama yang akan segera dijalankan oleh dinas teknis Pemkab Merangin. Dinas teknis memegang mandat untuk segera mengidentifikasi akar masalah kenaikan harga cabai secara menyeluruh di lapangan.

Petugas akan menelusuri seluruh rantai pasok, ketersediaan stok di tingkat petani, hingga jalur distribusi menuju pasar tradisional. Langkah penelusuran ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat menemukan hambatan utama yang menyebabkan pasokan cabai terganggu.

Pemerintah Daerah Siapkan Langkah Konkret Tekan Inflasi Pangan

Tim teknis akan menyusun rencana aksi konkret berdasarkan hasil analisis lapangan yang mereka dapatkan. Rencana tersebut mencakup pelaksanaan operasi pasar murah, stabilisasi harga komoditas, hingga pendampingan langsung kepada para petani lokal.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Rp18.000 per Gram, Tembus Rp2,72 Juta pada 15 Juni 2026

Pemkab Merangin wajib melaporkan seluruh perkembangan hasil analisis dan rencana aksi ini secara berkala kepada Kemendagri. Langkah pelaporan rutin ini memastikan seluruh tindakan antisipasi berjalan efektif dan terukur sesuai target pemerintah pusat.

Hendri menjelaskan bahwa koordinasi erat antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah daerah berupaya keras agar kenaikan harga cabai tidak terus melonjak dan makin memberatkan beban ekonomi warga.

Melalui kolaborasi lintas instansi ini, Pemkab Merangin optimistis mampu mendeteksi potensi gangguan pasokan sejak awal. Pemkab Merangin siap mengeksekusi intervensi pasar secara tepat sasaran demi mengembalikan harga cabai ke tingkat normal.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga
Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?
Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu
Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit
Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional
Penyebab Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan Langkah BI
Anggaran Subsidi Energi APBN 2027 Dipangkas Rp11 Triliun, DPR Buka Suara
Rupiah Rontok Rp18.000/US$, Bank Indonesia Buka Suara
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional

Berita Terbaru