Sungai Penuh, oegopost.id – TP PKK Provinsi Jambi mengumpulkan 30 guru agama tingkat SMA dan SMK dalam pelatihan metode baca Al Quran di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh pada Sabtu pekan lalu.
Tim pengembang metode karya Achmad Farid Hasan memandu pelatihan tersebut agar para guru menguasai teknik membaca Al Quran secara cepat dan mudah.
Program ini bertujuan memperkuat kemampuan guru agama sekaligus memperluas gerakan belajar Al Quran di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan tersebut, para peserta mempelajari teknik pembelajaran yang sederhana sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada siswa.
TP PKK Perkuat Kemampuan Guru Mengajar Al Quran Cepat
Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Al Haris, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat belajar Al Quran di kalangan masyarakat melalui peran guru agama.
“Kita hadir untuk membangkitkan semangat gerakan belajar Al Quran, pelatihan kali ini diberikan kepada guru tingkat SLTA,” ujar Hesnidar.
Menurutnya, metode belajar memegang peran penting dalam membantu seseorang menguasai bacaan Al Quran. Materi yang sederhana, mudah dipahami, dan mudah diingat akan mempercepat proses belajar, terutama bagi pemula.
Tim pengembang merancang metode tersebut agar peserta mampu belajar membaca Al Quran secara mandiri dalam waktu singkat. Guru juga dapat memakai teknik itu saat mengajar di sekolah masing-masing.
Narasumber bersama fasilitator membimbing peserta melalui sesi teori dan praktik. Pendekatan itu membantu guru memahami materi sekaligus menguasai teknik mengajar secara langsung.
Guru Agama Sebarkan Metode Kepada Seluruh Siswa Sekolah
TP PKK Provinsi Jambi meminta seluruh peserta mengajarkan metode yang mereka pelajari kepada siswa di sekolah masing-masing. Langkah itu memperluas manfaat pelatihan hingga menjangkau lebih banyak pelajar.
Hesnidar menjelaskan narasumber dan fasilitator mengajarkan teknik yang sederhana sehingga guru dapat langsung mempraktikkannya di ruang kelas.
“Pembelajaran yang ditularkan oleh narasumber dan fasilitator, sehingga para peserta dapat menerapkan teknik pengajaran secara langsung di sekolah,” katanya.
Selain menyasar sekolah, TP PKK Provinsi Jambi juga mendorong keluarga dan masyarakat ikut belajar membaca Al Quran. Organisasi itu ingin memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak maupun anggota keluarga melalui metode yang praktis dan menyenangkan.
TP PKK Provinsi Jambi akan melanjutkan program pembinaan agar gerakan belajar Al Quran terus berkembang. Guru agama di harapkan menjadi penggerak utama yang menyebarkan metode tersebut di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Program Dukung Penguatan Nilai Keagamaan Masyarakat Jambi Berkelanjutan
Hesnidar menilai pelatihan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mengurangi buta aksara Al Quran di tengah masyarakat. Ia menyebut metode belajar mandiri selama 30 menit mampu membantu peserta membaca Al Quran dengan lebih cepat, mudah, dan praktis.
Ia berharap guru agama terus mengembangkan kemampuan mengajar dan membagikan ilmu yang mereka peroleh kepada para siswa. Langkah itu di harapkan mampu meningkatkan kecintaan sekaligus kemampuan membaca Al Quran secara lebih merata di berbagai daerah.
“Pelatihan ini di harapkan memberi keterampilan praktis kepada guru agama agar dapat menularkan metode pembelajaran cepat kepada siswa, sehingga kecintaan dan kemampuan membaca Al Quran meningkat secara merata di seluruh provinsi,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Jambi menjalankan program ini sebagai bagian dari lima pilar pembangunan daerah. Salah satu pilar tersebut ialah Pro Jambi Agamis yang berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.(ar)









