Kerinci, oegopost.id – Kepanikan luar biasa melanda Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.371.81 Kayu Aro, Bengkolan Dua, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Sebuah mobil Toyota Kijang generasi lama mendadak meledak dan memicu kebakaran hebat di area pengisian bahan bakar pada Minggu (12/7/2026). Peristiwa ini memicu dugaan kuat bahwa insiden kebakaran SPBU Kayu Aro tersebut terjadi saat kendaraan tengah memuat bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara ilegal.
Kobaran api yang membesar dengan cepat nyaris melalap seluruh fasilitas stasiun pengisian tersebut. Rekaman video amatir dari akun Instagram @indojatipos_official memperlihatkan detik-detik mencekam saat si jago merah melumat habis badan mobil. Kendaraan tersebut berada sangat dekat dengan area pulau pompa atau dispenser pengisian BBM ketika api pertama kali muncul.
Rekaman Video Amatir Memperlihatkan Detik Detik Mencekam
Asap hitam pekat langsung bergulung-gulung tinggi ke udara dalam hitungan detik setelah ledakan terjadi. Gumpalan asap tebal tersebut mengurung seluruh bagian atap kanopi SPBU dan menciptakan pemandangan yang sangat mengerikan. Situasi di lokasi kejadian seketika berubah menjadi sangat genting dan tidak terkendali.
Sejumlah warga dan petugas SPBU yang berada di sekitar lokasi langsung berlarian menyelamatkan diri. Mereka berusaha menjauh dari titik api karena mengkhawatirkan munculnya ledakan susulan yang jauh lebih besar. Rasa takut yang mencekam membuat semua orang di lokasi tersebut panik histeris.
Suhu panas yang luar biasa dan besarnya kobaran api mulai menjalar ke area sekitarnya. Api merusak sebagian struktur bangunan luar yang terletak di dekat dispenser pengisian bahan bakar. Suara teriakan histeris warga terdengar bersahutan di tengah kekacauan yang sedang berlangsung. Warga menyaksikan langsung amukan api yang mengubah minibus tersebut menjadi kerangka logam yang hangus.
Warga Sekitar Menuntut Penertiban Praktik Pelangsiran Ilegal
Hingga saat ini, penyebab pasti dari munculnya percikan api pertama masih menjadi misteri. Pihak manajemen SPBU Kayu Aro juga belum memberikan keterangan resmi terkait insiden kebakaran besar ini. Namun, peristiwa menegangkan ini langsung memicu kemarahan terpendam dari masyarakat sekitar.
Warga setempat menilai kebakaran ini merupakan dampak nyata dari pembiaran aktivitas ilegal yang terkesan menjamur. Mereka menyoroti kinerja dan pelayanan pihak SPBU Kayu Aro selama ini. Masyarakat menuding pihak pengelola lebih mengutamakan kendaraan pelangsir daripada melayani kebutuhan warga umum.
Praktik pelangsiran dengan mobil Kijang tua tersebut diduga kuat menjadi biang kerok utama kelangkaan BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Kerinci. Warga seringkali kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk keperluan harian akibat aktivitas ilegal ini. Oleh karena itu, insiden kebakaran ini menjadi puncak kekesalan masyarakat setempat.
Aparat Penegak Hukum Harus Segera Mengambil Tindakan
Pasca-insiden yang nyaris merenggut korban jiwa ini, warga secara terbuka menyampaikan tuntutan mereka. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas di lapangan. Warga ingin polisi segera memberantas praktik pelangsiran yang sudah sangat meresahkan ini.
Masyarakat berharap ada evaluasi total terhadap sistem pengawasan distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut. Mereka tidak ingin kejadian serupa terulang kembali dan membahayakan keselamatan publik di masa depan. Ketegasan hukum menjadi satu-satunya solusi untuk menghentikan praktik ilegal yang merugikan masyarakat banyak.(ar)









