Kerinci, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mempercepat pengembangan tanaman nilam kerinci demi mendongkrak kesejahteraan petani lokal di Provinsi Jambi. Komoditas bernama ilmiah Pogostemon cablin Benth ini menempati posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi baru wilayah tersebut.
Langkah ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mempertemukan potensi kebun petani secara langsung dengan kebutuhan pelaku industri. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Kerinci Monadi saat meninjau geliat pertanian warga pada Minggu.
Pemerintah daerah memfokuskan strategi pembinaan pada penguatan teknik budi daya serta pembenahan mutu olahan minyak nilam. Pendekatan hulu ke hilir ini bertujuan membuka jalur distribusi komoditas ke pasar nasional hingga menembus pasar ekspor internasional.
Sentra produksi nilam saat ini tersebar aktif di Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, serta Desa Belui Tinggi. Monadi memperlihatkan optimisme tinggi saat memantau langsung aktivitas harian para petani di ketiga desa sentra budi daya tersebut.
Kualitas minyak nilam dari kebun warga Kerinci terbukti memenuhi standar ketat yang dicari pasar industri minyak atsiri dunia. Hasil panen petani bahkan diyakini mampu bersaing secara terbuka di pasar nasional maupun jalur ekspor utama.
Hubungkan Petani Lokal Langsung Dengan Calon Pembeli Industri
Pemerintah daerah sengaja mengajak calon pembeli atau buyer datang langsung memantau kondisi riil tanaman di lapangan. Kunjungan langsung ini memastikan para pelaku usaha melihat sendiri standar mutu komoditas nilam milik kelompok tani setempat.
Pihak pembeli menyisir seluruh mata rantai kerja para petani secara menyeluruh di lokasi perkebunan. Mereka memeriksa tata kelola lahan serta teknik perawatan tanaman yang di terapkan oleh kelompok tani secara cermat.
Calon mitra bisnis juga mengamati langsung tahap penyulingan dan pemrosesan daun nilam menjadi minyak siap jual. Selain itu, mereka mengecek standar parameter mutu produk akhir sekaligus memetakan peluang kemitraan usaha bersama petani.
Kehadiran para pembeli di sentra produksi membuka jalan bagi terciptanya rantai pasok pascapanen yang berkesinambungan. Monadi menegaskan bahwa kemitraan ini membuka ruang investasi jangka panjang yang menguntungkan kedua belah pihak secara langsung.
Keterhubungan pasar yang terkelola rapi memberi garansi kepastian harga jual panen yang adil bagi petani produsen. Skema pemasaran terpadu ini menghindarkan petani dari ketidakpastian harga pasar sembari memperluas jaringan pengiriman minyak nilam.
Minyak atsiri nilam asal Kerinci memiliki karakteristik aroma serta kekentalan khas yang membedakannya dari daerah lain. Keunggulan fisik dan kimiawi bahan mentah ini menjadi daya tawar tinggi di mata pembeli industri global.
Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong serapan pasar secara luas agar komoditas ini berkembang secara berkelanjutan. Langkah taktis ini secara bertahap memposisikan komoditas nilam sebagai pilar ekonomi baru bagi seluruh masyarakat Kerinci.(ar)









