Menhut dan Gubernur Jambi Tinjau Konservasi Gajah serta Karhutla

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jambi Al Haris mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meninjau kawasan konservasi gajah sumatera di Kabupaten Tebo dan Bungo, Senin (28/09/2026).(poto: jamberita.com).

Gubernur Jambi Al Haris mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meninjau kawasan konservasi gajah sumatera di Kabupaten Tebo dan Bungo, Senin (28/09/2026).(poto: jamberita.com).

Tebo, oegopost.id  – Gubernur Jambi Al Haris mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meninjau kawasan konservasi gajah sumatera di Kabupaten Tebo dan Bungo, Senin (28/09/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan perlindungan satwa langka sekaligus mengevaluasi tata kelola hutan kemasyarakatan di wilayah tersebut.

Rombongan pejabat tersebut mengawali peninjauan lapangan dengan melihat langsung pusat pemeliharaan satwa dilindungi di Tebo. Petugas di fasilitas tersebut melakukan pemeliharaan harian, menyediakan pakan rutin, serta menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan bagi masyarakat umum.

Al Haris menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh petugas lapangan yang konsisten menjaga kelestarian satwa endemik Sumatera. Pihaknya menilai pengelola kawasan telah menjalankan tugasnya secara optimal dalam menyediakan pakan hijau serta mengedukasi warga.

“Hari ini saya dan Pak Menteri melihat langsung bagaimana teman-teman di Tebo merawat gajah-gajah kita. Mereka luar biasa merawat satwa dari mulai menanam rumput pakan sampai memberikan edukasi,” ujar Al Haris.

Selain memantau perawatan satwa, Menteri Kehutanan juga berdialog langsung dengan masyarakat sekitar kawasan konservasi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan keluhan terkait konflik satwa yang kian meresahkan pemukiman.

Masyarakat melaporkan kenaikan populasi gajah yang belakangan mulai masuk dan merusak lahan pertanian milik warga. Penambahan jumlah gajah tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap keamanan ruang hidup serta sumber mata pencaharian mereka.

Baca Juga :  Kebakaran di Tebo Jambi Menghebohkan Warga Seberang SPBU

Setelah menyelesaikan peninjauan di Tebo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan hutan lindung di Kabupaten Bungo. Pemerintah mengelola kawasan hutan lindung tersebut bersama masyarakat sekitar melalui program resmi hutan desa.

Pemerintah Dorong Usulan Hutan Desa Bagi Wilayah Rawan

Al Haris memuji peran aktif masyarakat lokal Bungo dalam menjaga ekosistem hutan dan sungai sekitar. Warga memanfaatkan kearifan lokal berupa tradisi Lubuk Larangan untuk melestarikan lingkungan serta mencegah kerusakan alam.

“Pak Menteri melihat langsung bagaimana warga menjaga hutan dan sungai melalui Lubuk Larangan. Ke depan kami akan mengajukan desa-desa yang rawan untuk dijadikan hutan desa,” kata Al Haris.

Kunjungan kerja ini juga memberikan perhatian khusus pada upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Berbak. Pemerintah menerjunkan tim gabungan untuk mengendalikan titik api yang mengancam kawasan konservasi tersebut.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengonfirmasi keberadaan tim gabungan yang telah beroperasi aktif di lokasi kebakaran. Petugas lapangan memadamkan darat dengan menyekat api serta mengerahkan armada water bombing dari udara.

Baca Juga :  Peresmian Universitas Islam Tebo, Dirjen Pendis Kemenag Resmikan Kampus Baru di Jambi

“Tim sudah berada di sana untuk menyekat api dan pemadaman udara terus berjalan. Saat ini petugas sudah memulai proses pendinginan lahan,” kata Raja Juli Antoni.

Kendala Pemadaman Kebakaran Gambut Di Taman Nasional Berbak

Raja Juli mengakui proses pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak menghadapi tantangan teknis yang berat. Karakteristik lahan gambut yang tebal serta luasnya belantara menjadi hambatan utama petugas di lapangan.

Karakteristik tanah gambut membuat kobaran api berpotensi muncul kembali meski permukaan tanah terlihat sudah padam. Oleh karena itu, petugas harus menjalankan proses pendinginan secara intensif untuk mematikan sisa bara api di bawah permukaan.

Akses mobilitas yang sulit di tengah hutan belantara juga sempat menyulitkan petugas yang ingin membawa alat berat. Ketiadaan jalur darat yang memadai memaksa tim memindahkan peralatan utama memutar melalui jalur sungai.

Pemerintah terus memperketat pengawasan dan penanganan karhutla guna mencegah kerusakan ekosistem yang lebih luas. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga kelestarian hutan Jambi.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan
Kanwil Kemenag Jambi Evaluasi Kinerja Triwulan III Demi Pelayanan Publik Berdampak
Kontingen Jambi Raih Prestasi Gemilang di PPSN VI 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Pegadaian.(poto: istimewa).

Ekonomi

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:37 WIB