Malang, oegopost.id – Santri asal Provinsi Jambi menorehkan tinta emas dalam ajang kepramukaan santri tingkat nasional di Jawa Timur. Keberhasilan ini mengukuhkan prestasi kontingen Jambi PPSN setelah para santri membawa pulang dua trofi bergengsi.
Rombongan santri Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tampil percaya diri menghadapi ribuan peserta dari berbagai daerah. Mereka menunjukkan daya juang tinggi selama berpartisipasi aktif pada seluruh agenda perkemahan.
Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang menjadi saksi perjuangan kontingen daerah tersebut. Panitia mengumumkan raihan membanggakan itu bertepatan dengan upacara penutupan acara pada Senin (5/10/2026) sore.
Raihan positif ini datang dari dua kategori perlombaan berbeda yang melibatkan tim putra dan putri. Kedua tim membuktikan kepiawaian masing-masing saat bersaing ketat dengan utusan provinsi lain se-Indonesia.
Santri Jambi Borong Dua Penghargaan Tingkat Nasional
Regu santri putra Jambi mengunci gelar Juara Harapan III pada perlombaan Teknologi Tepat Guna (TTG). Inovasi dan keterampilan teknis mereka memikat perhatian dewan juri selama kompetisi berlangsung.
Sementara itu, tim santri putri Jambi menyusul dengan merebut Juara Harapan III pada Lomba Kuliner Nusantara. Mereka menyajikan hidangan autentik yang merepresentasikan kekayaan rasa nusantara secara memukau.
Penyelenggara menggelar ajang akbar PPSN VI ini selama enam hari penuh, terhitung sejak 30 September hingga 5 Oktober 2026. Sebanyak 4.524 pramuka santri dari 34 provinsi di Indonesia memadati lokasi perkemahan.
Kegiatan berskala nasional ini tidak sekadar mempertemukan peserta untuk memperebutkan gelar juara. Forum kepramukaan tersebut membina kemandirian, kepemimpinan, karakter tangguh, serta merekatkan jalinan persaudaraan antarpeserta.
Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal Ditjen Pesantren Kementerian Agama, H. Mastuki, memimpin langsung upacara penutupan. Ia menyampaikan amanat penting di hadapan para pembina dan seluruh kontingen daerah.
Mastuki mengapresiasi kerja keras semua pihak yang menyukseskan gelaran perkemahan akbar santri ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini membuahkan hasil nyata, termasuk gerakan penanaman 1.000 bibit pohon penghijauan.
Ajang ini juga menghidupkan kembali peran aktif Saka Amal Bakti Kementerian Agama dalam kepanduan. Selain itu, perkemahan menumbuhkan kepedulian lingkungan, memperkuat kolaborasi lintas lembaga, serta menggairahkan roda ekonomi masyarakat Bululawang.
Sejumlah pejabat daerah, perwakilan Kanwil Kemenag, Kwartir Nasional, hingga jajaran Sako Ma’arif PBNU turut menghadiri prosesi penutupan. Pengasuh pondok pesantren tuan rumah menyambut hangat seluruh rombongan tamu kehormatan.
Apresiasi Kemenag Perkuat Karakter Generasi Muda Daerah
Kepala Bidang PAPKIS Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, H. Amiruddin, mengapresiasi setinggi-tingginya perjuangan seluruh duta santri daerah. Ia memuji konsistensi para santri yang terus menjaga semangat pantang menyerah.
Amiruddin menganggap torehan dua trofi tersebut sebagai buah manis dari disiplin latihan selama ini. Seluruh anggota kontingen menjalankan setiap tugas lapangan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Rasa terima kasih juga ia tujukan kepada Pinkonda serta jajaran pembina pendamping. Dedikasi para pendamping memastikan kebutuhan teknis dan kondisi fisik peserta selalu terjaga prima.
Menurutnya, partisipasi dalam forum nasional ini memberi dampak luar biasa bagi pembentukan mental generasi muda. Para santri belajar beradaptasi dan membangun jejaring persahabatan dengan perwakilan dari pelosok negeri.
Kemenag Jambi berharap kepulangan mereka membawa dampak positif dan inspirasi baru bagi lingkungan pondok pesantren asal. Nilai-nilai kedisiplinan pramuka santri harus terus hidup dalam keseharian mereka di daerah.
Amiruddin menegaskan bahwa kekayaan pengalaman dan ikatan persaudaraan jauh melampaui nilai trofi kejuaraan. Pelajaran hidup berharga selama di Malang menjadi modal utama santri menyongsong masa depan.(ar)









