Honda Catat Kerugian Tahunan Pertama Sejak 1957 Akibat Restrukturisasi EV

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Honda mencatat kerugian pertama sejak tahun 1957 akibat biaya besar restrukturisasi bisnis kendaraan listrik (EV).( ANTARA / Naufal Ammar Imaduddin ).

Honda mencatat kerugian pertama sejak tahun 1957 akibat biaya besar restrukturisasi bisnis kendaraan listrik (EV).( ANTARA / Naufal Ammar Imaduddin ).

Jakarta, oegopost.id – Perusahaan otomotif asal Jepang, Honda, mencatat kerugian operasional tahunan untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada 1957.

Dalam laporan tahun fiskal yang berakhir Maret, perusahaan membukukan rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau sekitar Rp45,9 triliun.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Honda masih berhasil mencetak laba hingga 1,2 triliun yen atau sekitar Rp133 triliun.

Penurunan tajam ini terutama terjadi karena perusahaan harus menanggung biaya besar dalam restrukturisasi bisnis kendaraan listrik (EV).

Bisnis EV Jadi Sumber Kerugian Terbesar

Honda mengungkapkan bahwa bisnis kendaraan listrik menjadi penyumbang kerugian paling signifikan.

Baca Juga :  Toyota Veloz Hybrid 2026 Resmi Meluncur: Harga Mulai Rp470 Jutaan, Siap Tantang Mitsubishi Xpander

Sepanjang tahun fiskal tersebut, divisi EV mencatat kerugian sekitar 1,45 triliun yen atau setara Rp160,8 triliun.

Selain itu, perusahaan juga memperkirakan masih harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar 500 miliar yen atau Rp55 triliun pada tahun fiskal berikutnya untuk mendukung pengembangan EV.

Rencana Strategi dan Perubahan Target

Untuk menghadapi tekanan tersebut, CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengumumkan perubahan strategi besar dalam arah elektrifikasi perusahaan.

Honda memutuskan membatalkan target sebelumnya yang menargetkan kendaraan listrik menyumbang seperlima dari total penjualan mobil pada 2030.

Baca Juga :  Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

Perusahaan juga menunda ambisi untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik dan fuel cell pada 2040.

Langkah ini menunjukkan bahwa Honda mulai menyesuaikan strategi jangka panjangnya dengan kondisi pasar dan biaya pengembangan yang semakin tinggi.

Penundaan Proyek Besar di Kanada

Dalam langkah lanjutan, Honda juga menunda proyek kendaraan listrik di Kanada yang bernilai sekitar 9 miliar euro atau setara Rp183 triliun.

Proyek tersebut sebelumnya dirancang untuk membangun fasilitas produksi kendaraan listrik dan baterai secara lokal guna memperkuat rantai pasok di Amerika Utara.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Pemilik BMW Sering Terlambat Mengetahui Volume Oli Mesin Berkurang?
Komunitas Vario Jambi Ramaikan Vario Street Nation Sinsen
Jambi CBR Club Sapu Bersih Podium Kompetisi Safety Riding Sinsen 2026
Jumlah Kendaraan Kota Jambi Tembus 1 Juta Unit, Pemkot Genjot Transportasi Publik Cegah Kemacetan
Yamaha Karnaval Gear Ultima Hadir di Jambi, Hiburan dan Aktivitas Warga Meriahkan Akhir Pekan
Ditlantas Polda Jambi Edukasi 50 Ojol dan Opang Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 di 5 Provinsi: DKI Jakarta hingga Bali Beri Keringanan
Honda Civic Type R HRC Track Edition Diuji di Fuji Speedway, Siap Masuk Produksi Tahun Ini
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 14:00 WIB

Mengapa Pemilik BMW Sering Terlambat Mengetahui Volume Oli Mesin Berkurang?

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:00 WIB

Komunitas Vario Jambi Ramaikan Vario Street Nation Sinsen

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:00 WIB

Jambi CBR Club Sapu Bersih Podium Kompetisi Safety Riding Sinsen 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:00 WIB

Jumlah Kendaraan Kota Jambi Tembus 1 Juta Unit, Pemkot Genjot Transportasi Publik Cegah Kemacetan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:00 WIB

Yamaha Karnaval Gear Ultima Hadir di Jambi, Hiburan dan Aktivitas Warga Meriahkan Akhir Pekan

Berita Terbaru