Bungo, Oegopost.id – Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Dusun Datar, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Jambi, belum tuntas hingga kini. Proyek fisik penunjang ekonomi masyarakat perdesaan tersebut bahkan terbengkalai selama hampir dua tahun penuh.
Pantauan langsung di area lokasi tidak menunjukkan tanda-tanda kehadiran para pekerja konstruksi. Semak liar mulai menutupi bagian lantai gedung yang belum rampung terpasang dinding tersebut.
Kondisi fisik bangunan menandakan kontraktor pelaksana telah lama menghentikan seluruh aktivitas pengerjaan proyek. Masyarakat sekitar pun mulai menyoroti lambannya penanganan fasilitas publik bernilai besar tersebut.
Datuk Rio Dusun Datar, Syeh Ramli, membenarkan kabar penghentian aktivitas proyek fisik di wilayah pemerintahannya. Ia merasa heran karena proyek koperasi di dusun tetangga sudah berdiri kokoh dan beroperasi.
Syeh Ramli menegaskan ketimpangan capaian pembangunan itu menimbulkan tanda tanya besar di tengah warga. Pihaknya merasa pengawas lapangan tidak memberikan penjelasan rinci mengenai mandeknya pekerjaan fisik itu.
Pemerintah dusun setempat mengaku tidak pernah menerima laporan resmi terkait perkembangan pembangunan gedung koperasi. Pihak pelaksana proyek tidak pernah melibatkan aparatur dusun sejak awal peletakan batu pertama.
Ketiadaan komunikasi langsung membuat perangkat desa kesulitan menjawab rentetan pertanyaan kritis dari masyarakat. Warga dusun terus mendesak aparat desa agar mencari kejelasan masa depan gedung terbengkalai itu.
Syeh Ramli mendesak pihak rekanan segera melanjutkan sisa pekerjaan yang tertunda sebelum tutup tahun anggaran. Ia mengingatkan rekanan agar tidak bermain-main dengan program strategis penguatan ekonomi kerakyatan nasional.
Program Koperasi Merah Putih membawa misi besar Presiden Prabowo Subianto demi mendongkrak kesejahteraan warga perdesaan. Kinerja kontraktor yang lamban justru mencoreng niat baik pemerintah pusat di daerah pelosok.
Syeh Ramli juga mendengar kabar burung terkait sosok penanggung jawab proyek fisik tersebut di lapangan. Warga setempat kerap menyebut nama Zakaria atau akrab disapa Bang Jek sebagai pihak kontraktor.
Warga Desak Pemerintah Turun Tangan Tuntaskan Pembangunan
Masyarakat Dusun Datar meluapkan rasa kecewa atas mangkraknya proyek gedung koperasi di desa mereka. Mereka mempertanyakan komitmen nyata pelaksana proyek yang meninggalkan pekerjaan begitu saja tanpa kabar pasti.
Warga kini meminta instansi teknis terkait segera turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi fisik bangunan. Langkah tegas pemerintah kabupaten sangat menentukan nasib kelanjutan pembangunan gedung koperasi yang tertunda menahun.
Warga setempat menolak sikap diam aparat pengawas yang membiarkan proyek bernilai fantastis itu berlumut sia-sia. Tahun 2026 segera berakhir, namun kerangka bangunan tersebut masih berdiri tanpa atap utuh.
Masyarakat menuntut transparansi total mengenai kendala teknis maupun penyaluran dana proyek koperasi tersebut. Mereka mendesak dinas terkait memanggil kontraktor pelaksana guna mempertanggungjawabkan kelalaian kerja di Dusun Datar.
Harapan warga untuk menikmati fasilitas penopang roda ekonomi dusun kini masih menggantung tanpa kepastian. Mereka berharap alat berat dan tukang bangunan segera kembali bergerak menuntaskan sisa proyek.
Dusun Datar berhak merasakan manfaat gedung koperasi modern sama seperti dusun-dusun lain di Kabupaten Bungo. Pemerintah daerah harus bergerak cepat sebelum gedung yang belum selesai itu rusak dimakan cuaca.(ar)









