Jambi, Oegopost.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi sukses menyelenggarakan konferensi internasional JEBAC 2026 di Gedung UNIFAC UNJA Mendalo pada Rabu hingga Kamis (14–15/10/2026). Perhelatan akademik bergengsi ini mengusung tema besar mengenai kewirausahaan, ekosistem digital, serta transformasi ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia.
Forum ini mencatatkan sejarah baru dengan menghimpun 198 pemakalah dari lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Pakistan, Hungaria, dan Sierra Leone. Angka partisipasi tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang penyelenggaraan konferensi sejak debut perdananya pada tahun 2018 silam.
Panitia pelaksana menggandeng tujuh institusi terkemuka sebagai mitra penyelenggara guna memperluas dampak pertukaran keilmuan antarnegara. Selain itu, sebanyak 25 sponsor dunia usaha turut menyalurkan dukungan penuh demi menyukseskan seluruh rangkaian agenda ilmiah tersebut.
Wakil Gubernur Jambi Dr. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., hadir langsung membuka acara bersama jajaran pimpinan rektorat dan sivitas akademika kampus pinang masak. Hadir mendampingi, Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., serta Dekan FEB UNJA Prof. Dr. Shofia Amin, S.E., M.Si.
Empat pakar ekonomi lintas negara membagikan perspektif strategis mereka di hadapan ratusan akademisi, peneliti, dan mahasiswa yang memadati ruangan. Mereka adalah Imam Budi Kuncoro dari Bank Indonesia, Datuk Razali Datu Haji Eranjang dari Universiti Malaysia Sabah, Muhammad Arsalan Khan dari Abdul Wali Khan University Pakistan, serta Fauzi Ali Belhaj dari Arab Open University Arab Saudi.
Kabut asap tebal memaksa keempat pembicara utama tersebut menyampaikan materi presentasi secara daring melalui sambungan konferensi video. Kendati demikian, seluruh peserta menyimak pemaparan materi secara intensif lewat sesi diskusi interaktif yang berjalan dinamis hingga sore hari.
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Daya Saing Ekonomi Daerah
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengapresiasi komitmen perguruan tinggi dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah berbasis riset terapan. Pihaknya menaruh harapan besar agar gagasan yang mengemuka mampu mendongkrak taraf hidup sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan warga Jambi.
Pemerintah Provinsi Jambi menilai lompatan teknologi informasi kini membuka peluang emas bagi para pelaku usaha lokal. Pelaku usaha mikro dan menengah dapat memanfaatkan instrumen digital untuk menciptakan model bisnis baru yang jauh lebih lincah serta hemat biaya.
Abdullah Sani mengajak akademisi, birokrasi, pelaku industri, perbankan, dan anak muda menyatukan langkah membangun iklim wirausaha yang tangguh. Kolaborasi terpadu ini diyakini mampu membentengi perekonomian masyarakat dari ketidakpastian pasar global yang terus berfluktuasi.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA Prof. Dr. Hafrida menekankan pentingnya hilirisasi riset kampus ke tengah masyarakat. Forum internasional semacam ini harus melahirkan terobosan nyata yang menyentuh langsung denyut perekonomian lokal maupun nasional.
Hafrida mendorong seluruh tenaga pengajar terus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri. Melalui kolaborasi dunia kerja, hasil pembelajaran di ruang kelas akan selalu selaras dengan dinamika kebutuhan lapangan kerja modern.
Hasil Penelitian Kampus Harus Menjadi Solusi Nyata Masyarakat
Dekan FEB UNJA Prof. Dr. Shofia Amin menggarisbawahi urgensi perubahan paradigma pembangunan ekonomi di tengah arus disrupsi digital saat ini. Kemajuan teknologi mutlak memerlukan sokongan jiwa kewirausahaan yang tangguh serta kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Shofia menegaskan bahwa para dosen dan peneliti pantang mengurung karya tulis ilmiah sekadar di atas lembaran kertas jurnal. Hasil riset berkualitas harus mampu memandu perumusan kebijakan publik serta menginspirasi lahirnya solusi konkret bagi masyarakat luas.
Pihak fakultas bertekad menjadikan forum ini sebagai batu loncatan untuk memperluas aliansi penelitian multidisipliner tingkat Asia. Langkah proaktif ini sekaligus mempertegas komitmen UNJA dalam mendorong pertumbuhan kawasan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.
Ketua Panitia JEBAC 2026 Dr. Rita Friani, S.E., M.Si., menyampaikan terima kasih mendalam atas dedikasi tanpa henti seluruh panitia kerja. Sinergi apik antara penyaji makalah, penelaah ahli, dan sponsor sukses mengantarkan konferensi berjalan lancar hingga upacara penutupan.
Penyelenggaraan The 8th JEBAC 2026 kembali mengukuhkan posisi FEB UNJA sebagai salah satu pusat gravitasi pengembangan ilmu ekonomi regional. Kampus ini membuktikan kemampuannya membangun dialog global demi masa depan kawasan Asia yang lebih berdaya saing.(ar)









