Muaro Jambi, oegopost.id – Rentetan kebakaran di Kabupaten Muaro Jambi selama dua bulan terakhir menarik perhatian pemerintah daerah. Penyebab kebakaran Muaro Jambi diduga berasal dari korsleting listrik dan kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga yang masih sering terjadi di lingkungan warga.
Sedikitnya enam kebakaran terjadi dalam periode tersebut. Melihat kondisi itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Muaro Jambi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan sejak awal.
Sekretaris Damkarmat Kabupaten Muaro Jambi, Herman Susilo, menyebut instalasi listrik berusia lama menjadi salah satu pemicu utama kebakaran.
Ia menjelaskan bahwa banyak warga terus memakai instalasi tanpa pemeriksaan rutin. Akibatnya, kabel yang aus dan komponen yang sudah menurun kualitasnya memicu hubungan arus pendek.
Herman meminta masyarakat memeriksa instalasi listrik secara berkala. Jika menemukan kabel rusak atau sambungan tidak aman, warga perlu segera menggantinya agar risiko korsleting dapat ditekan.
Warga Diminta Tidak Mengabaikan Kondisi Jaringan Listrik
Damkarmat menilai masih banyak warga yang menunda pengecekan jaringan listrik di rumah. Padahal, kerusakan kecil dapat berkembang menjadi kebakaran dalam waktu singkat.
Kabel yang terkelupas, sambungan yang longgar, atau perangkat yang bekerja di luar kapasitas dapat memunculkan percikan api. Saat api mengenai material mudah terbakar, kebakaran dapat meluas dengan cepat.
Karena itu, Damkarmat mengajak masyarakat menjadikan pengecekan instalasi listrik sebagai rutinitas, bukan hanya saat masalah sudah muncul.
Selain instalasi listrik, Damkarmat juga menyoroti penggunaan gas LPG di rumah tangga. Masyarakat perlu memastikan regulator, selang, dan tabung tetap dalam kondisi baik sebelum dan sesudah di gunakan.
Herman mengingatkan bahwa kebocoran gas sering terjadi tanpa di sadari penghuni rumah. Ketika gas bertemu sumber api, ledakan dan kebakaran dapat muncul dalam hitungan detik.
Ia juga meminta masyarakat menutup aliran gas setelah selesai memasak. Kebiasaan sederhana itu dapat mengurangi risiko kebakaran di rumah.
Terminal Listrik Berlebih Tingkatkan Risiko Kebakaran
Damkarmat juga menemukan kebiasaan penggunaan terminal listrik secara berlebihan masih cukup sering terjadi. Banyak warga menghubungkan beberapa perangkat elektronik ke satu terminal sekaligus.
Kondisi tersebut membuat terminal menghasilkan panas berlebih atau overheat. Jika panas terus meningkat, hubungan arus pendek dapat terjadi dan memicu kebakaran.
Menurut Damkarmat, banyak kasus kebakaran bermula dari pola penggunaan listrik yang tidak aman. Karena itu, masyarakat perlu membagi penggunaan perangkat ke beberapa sumber listrik sesuai kapasitas.
Melihat tren kebakaran yang terus muncul, Damkarmat Muaro Jambi meminta masyarakat mengambil langkah pencegahan sebelum musibah terjadi.
Warga dapat memulai dengan memeriksa instalasi listrik secara rutin, menggunakan gas secara aman, dan mengelola peralatan elektronik dengan disiplin. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga keselamatan keluarga sekaligus mengurangi potensi kerugian.(ar)









