Merangin, oegopost.id – Bupati Merangin M. Syukur resmi membuka program Bank Sampah Pulau Kemang Jaya di Lapangan Voli Rumah Dinas Bupati, Sabtu (15/8). Langkah strategis ini menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan volume limbah rumah tangga.
Kegiatan peluncuran tersebut berlangsung meriah karena menyatu dengan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Warga tampak antusias mengikuti senam sehat bersama serta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Bupati M. Syukur memberikan teladan langsung dengan membawa sampah plastik dari rumah dinasnya untuk ditimbang. Pengelola kemudian menyerahkan kartu tabungan khusus kepada Bupati sebagai penanda mulainya operasional tabungan sampah.
Pengelola menjadwalkan operasional tempat pengumpulan limbah ini setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Warga dapat menyetorkan tiga kategori limbah bernilai jual, yaitu plastik, logam, serta kardus atau kertas.
Petugas akan mencatat setiap bobot barang yang masuk ke dalam buku tabungan warga. Pembayaran nilai ekonomis sampah tersebut akan cair setelah volume penjualan memenuhi kuota pasar.
Inovasi Pengelolaan Sampah Tingkat RT Pertama di Merangin
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Merangin, Allazi, menegaskan keunikan dari kelembagaan ini. Bank Sampah Pulau Kemang Jaya resmi menjadi pelopor wadah daur ulang tingkat RT pertama di Merangin.
Pihak kelurahan menerbitkan Surat Keputusan pengelola secara langsung untuk memperkuat legalitas operasional warga. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin memegang peran penuh sebagai pembina dan pengawas lapangan.
DLH Merangin menargetkan pembentukan wadah serupa di seluruh wilayah lingkungan RT lainnya. Keberadaan wadah ini terbukti efektif menekan volume buangan buatan warga sekaligus menambah penghasilan keluarga.
Sebelumnya, DLH Merangin sudah menjalankan program internal bernama Bank Sampah Sako atau Sampah Digantikan dengan Sembako. Para ASN dan PPPK rutin menyetorkan limbah anorganik setiap hari Jumat kepada petugas pembina.
Hasil penimbangan sampah milik pegawai pemerintah tersebut akan ditukar dengan paket sembako menjelang bulan Ramadan. Sejumlah instansi daerah seperti BPRD, BPKAD, Bappeda, hingga Dinas Kesehatan telah aktif menerapkan sistem ini.
Pemerintah Targetkan Setiap Desa Memiliki Sistem Pengolahan Mandiri
Pemerintah daerah memproyeksikan seluruh instansi pemerintahan memiliki sistem pengolahan limbah mandiri dalam waktu dekat. Target besar lainnya adalah merealisasikan minimal satu wadah daur ulang di setiap desa dan RT.
Bupati Merangin M. Syukur mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah selalu berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
M. Syukur menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa menyelesaikan masalah limbah rumah tangga secara terpisah. Sinergi antara pemerintah, pengelola, dan warga menjadi syarat mutlak keberhasilan program lingkungan.
Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni dan Kepala Dinas Kominfo Ahmad Khoiruddin. Ketua TP-PKK Lavita Syukur bersama Camat Bangko Eduar juga hadir mendampingi jalannya acara.
Jajaran Persit beserta para kader PKK se-Kecamatan Bangko ikut menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut. Kehadiran para tokoh ini memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan Merangin.(ar)









