Antrean Solar Subsidi di SPBU Jambi Kian Parah, Ganggu Ekonomi Warga dan Akses Jalan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean solar subsidi di SPBU di Kota Jambi.( poto : jambione.com )

Antrean solar subsidi di SPBU di Kota Jambi.( poto : jambione.com )

Jambi, oegopost.id – Antrean solar subsidi di SPBU Kota Jambi semakin memanjang dan menimbulkan dampak serius bagi aktivitas masyarakat. Kondisi ini tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga di sekitar SPBU yang terdampak langsung oleh penumpukan kendaraan.

Antrean solar subsidi bahkan terlihat terjadi hampir setiap hari di sejumlah titik utama kota.

Di lapangan, antrean kendaraan sudah terbentuk sejak dini hari di beberapa SPBU, seperti SPBU Paal V, SPBU Kebun Handil, dan SPBU kawasan Bandara Jambi.

Berbagai jenis kendaraan ikut mengantre, mulai dari truk angkutan barang, dump truck proyek, kendaraan logistik, mobil travel, hingga kendaraan pribadi yang menunggu giliran pengisian Bio Solar.

Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar SPBU terganggu. Pada jam-jam tertentu, kendaraan yang mengantre bahkan memenuhi badan jalan dan menyebabkan kemacetan panjang yang sulit dihindari.

Antrean Meluas hingga Tutup Akses Usaha Warga

Dampak antrean tidak hanya dirasakan di jalan utama, tetapi juga merembet ke kawasan permukiman dan pertokoan. Di beberapa lokasi, kendaraan yang mengantre meluber hingga area usaha warga sehingga akses keluar masuk toko menjadi terhambat.

Situasi paling mencolok terjadi di sekitar SPBU Kebun Handil. Antrean kendaraan memanjang hingga Lorong Kapak dan mempersempit ruas jalan. Kondisi ini membuat sejumlah toko di sepanjang jalur tersebut kesulitan beroperasi normal karena akses pelanggan tertutup kendaraan yang mengantre.

Seorang pedagang setempat mengaku situasi itu berdampak langsung pada pendapatannya. Ia menyebut banyak calon pembeli akhirnya batal datang karena kesulitan masuk ke area pertokoan.

Baca Juga :  Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

“Kadang pembeli tidak jadi masuk karena kendaraan antre sampai menutup depan toko. Akhirnya mereka memilih pergi,” ujarnya.

Di kawasan SPBU Paal V, warga juga mengalami kondisi serupa. Sebagian warga bahkan memasang papan larangan parkir di depan rumah dan ruko untuk mengurangi gangguan dari antrean kendaraan yang kerap terjadi.

Dugaan Pelangsiran dan Keluhan Warga

Warga menilai antrean solar subsidi sudah menjadi persoalan yang berulang tanpa solusi yang jelas. Selain mengganggu lalu lintas, mereka juga menyoroti dugaan adanya praktik pelangsiran BBM yang memperparah kondisi di lapangan.

Lurah Kebun Handil, Amran, membenarkan bahwa antrean kendaraan hampir terjadi setiap hari. Ia menyebut kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar SPBU.

“Kalau mengganggu, pasti mengganggu. Jalan jadi sempit, aktivitas masyarakat terganggu, toko-toko juga tertutup kendaraan yang mengantre,” katanya.

Amran juga menyoroti adanya indikasi kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran solar subsidi. Menurutnya, hal ini kerap dikeluhkan warga karena membuat antrean semakin panjang dan tidak terkendali.

“Kami melihat banyak kendaraan yang diduga melakukan lansiran solar. Ini sering menjadi keluhan masyarakat karena menyebabkan antrean panjang dan mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah kelurahan mengaku memiliki keterbatasan kewenangan dan hanya bisa melakukan penertiban agar antrean tidak sepenuhnya menutup badan jalan.

Baca Juga :  Festival Raden Hamzah 2026 Angkat Perjuangan Suku Anak Dalam, Bupati Anwar Sadat Beri Dukungan

Gubernur Jambi Soroti Ketidaksesuaian Data

Gubernur Jambi Al Haris turut menyoroti kondisi antrean solar yang terus terjadi di berbagai SPBU. Ia mempertanyakan ketidaksesuaian antara informasi ketersediaan stok BBM dan kondisi nyata di lapangan.

Berdasarkan informasi dari Pertamina, stok BBM di Jambi disebut dalam kondisi aman. Namun, antrean panjang justru tetap terjadi setiap hari, bahkan sejak malam hingga pagi.

“Kalau mengganggu, pasti mengganggu. Jalan jadi sempit, aktivitas masyarakat terganggu, toko-toko juga tertutup kendaraan yang mengantre,” kata Al Haris.

Ia menegaskan akan kembali meminta penjelasan dari pihak Pertamina terkait penyebab antrean yang tidak kunjung terselesaikan.

“Apa memang stok solar kita sedikit? Ini yang akan saya tanyakan lagi ke Pertamina. Kenapa bisa terjadi seperti ini,” tegasnya.

Fenomena antrean solar subsidi di Jambi bukan hal baru. Namun, kondisi yang terus berulang tanpa penanganan efektif membuat dampaknya semakin meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, aparat penegak hukum juga telah mengungkap dugaan penyalahgunaan dan pelangsiran solar subsidi di wilayah Jambi yang menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.

Situasi ini menegaskan bahwa persoalan antrean solar subsidi tidak hanya berkaitan dengan distribusi BBM, tetapi juga menyangkut pengawasan dan penyaluran yang tepat sasaran. Dampaknya kini di rasakan langsung oleh masyarakat, pelaku usaha, hingga pengguna jalan di Kota Jambi setiap hari.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UIN STS Jambi dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Bagi ASN Kampus
Banggar DPRD Jambi Sepakati Pembentukan Pansus Pengelolaan Aset Daerah
Gubernur Jambi Terima WALUBI, Perkuat Kerukunan Umat Beragama
Pelantikan Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi: UBR Dorong Sinergi Strategis Layanan Kesehatan
Kanwil Kemenkum Jambi Tingkatkan Kepastian Hukum Lewat Layanan Fidusia Elektronik
Wali Kota Sungai Penuh Perjuangkan Status Batas Kawasan Hutan Bukit Khayangan
Warung Berkah GJB Sungai Penuh Sediakan Makan Gratis Setiap Hari Jumat
Pembangunan Tugu TMMD Ke-129 di Bungo Masuki Tahap Finishing
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:30 WIB

UIN STS Jambi dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Bagi ASN Kampus

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:00 WIB

Gubernur Jambi Terima WALUBI, Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:00 WIB

Pelantikan Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi: UBR Dorong Sinergi Strategis Layanan Kesehatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:00 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Tingkatkan Kepastian Hukum Lewat Layanan Fidusia Elektronik

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:46 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Perjuangkan Status Batas Kawasan Hutan Bukit Khayangan

Berita Terbaru