Bungo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Bungo menggencarkan program pencegahan bahaya narkoba bungo dan radikalisme di kalangan pelajar melalui kegiatan sosialisasi akbar. Wakil Bupati Bungo Ust. Tri Wahyu Hidayat menghadiri langsung agenda strategis yang berlangsung di GOR Serunai Baru, Muara Bungo, pada Rabu (5/8/2026).
Acara ini berfokus pada pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), Tindak Kekerasan (TCC), perundungan, serta ancaman narkotika. Ratusan pelajar beserta para tenaga pendidik memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti seluruh rangkaian pembekalan materi.
Jajaran pejabat penting tingkat provinsi dan daerah turut hadir memberikan dukungan penuh dalam kegiatan edukatif ini. Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. hadir bersama Bupati Bungo Dedy Putra di lokasi acara.
Kepala BNNP Jambi Brigjen Asep Saepudin, S.I.K. juga mendampingi jajaran pimpinan daerah sepanjang kegiatan sosialisasi. Selain itu, Kasatgaswil Jambi Densus 88 Anti Teror Polri Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., CHRA. ikut memberikan pengarahan langsung kepada para peserta.
Pemerintah Kabupaten Bungo Membentengi Pelajar Dari Narkoba
Saat memberikan konfirmasi resmi pada Kamis (6/8/2026), Wabup Tri Wahyu Hidayat memaparkan langkah preventif pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa upaya membentengi anak dari barang haram harus bermula dari lingkungan paling dekat.
Menurutnya, benteng pertahanan terbaik anak-anak terbentuk sejak dini di dalam rumah dan ruang kelas. Oleh karena itu, sinergi antara orang tua dan tenaga pendidik menjadi fondasi utama keselamatan generasi penerus.
Tri Wahyu Hidayat menyoroti posisi penting para pelajar sebagai aset berharga bagi masa depan daerah. Seluruh elemen masyarakat memikul tanggung jawab moral yang sama untuk menjaga anak-anak dari ancaman bahaya narkotika.
Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari lingkungan keluarga dan tokoh masyarakat. Pembentukan karakter ketahanan diri menuntut peran aktif guru, wali murid, hingga tokoh adat di wilayah setempat.
Peran Keluarga Menjadi Benteng Utama Dalam Perlindungan Anak
Edukasi bahaya zat adiktif memerlukan pendekatan komprehensif yang menjangkau seluruh lapisan kehidupan remaja. Pemkab Bungo mendorong keterlibatan publik agar para siswa mampu menolak godaan pengaruh negatif di luar sekolah.
Anak-anak memerlukan ketahanan mental yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial yang berisiko. Pembinaan karakter secara konsisten membuat mereka lebih waspada terhadap penyebaran ideologi berbahaya maupun barang terlarang.
Pengawasan orang tua di rumah melengkapi materi pencegahan yang diberikan para guru selama pembelajaran di sekolah. Kolaborasi harmonis ini menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi tumbuh kembang remaja Kabupaten Bungo.
Komitmen Daerah Melanjutkan Program Pembinaan Di Setiap Sekolah
Pemerintah Kabupaten Bungo memastikan komitmen tinggi untuk memfasilitasi berbagai kegiatan edukasi preventif secara berkelanjutan. Pemerintah daerah terus merancang program strategis yang menjangkau sekolah-sekolah di seluruh wilayah Bungo.
Wabup Bungo menekankan agar kegiatan sosialisasi tidak sekadar berakhir sebagai formalitas atau agenda seremoni semata. Pemerintah menginginkan dampak nyata yang terus berlanjut melalui pola pembinaan rutin di setiap satuan pendidikan.
Melalui pembinaan berkesinambungan, para siswa akan memahami bahaya laten penyalahgunaan narkoba serta paham radikal yang merusak nilai kebangsaan. Pengetahuan tersebut menjadi perisai utama bagi pelajar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Langkah preventif yang konsisten ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari kekerasan dan narkoba. Pemkab Bungo optimis generasi muda daerah siap menyongsong masa depan dengan prestasi tanpa bayang-bayang ancaman kejahatan.(ar)









