Jambi, oegopost.id – Dosen Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi Ns. Mila Triana Sari menggelar program edukasi TB Paru Jambi di Aula Puskesmas Simpang Kawat, Rabu (5/8/2026). Akademisi keperawatan ini merancang kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut khusus untuk memperkuat peran keluarga pasien Tuberkulosis (TB) Paru.
Pihaknya menilai keluarga memegang peranan paling vital selama proses pemulihan kesehatan pasien di rumah. Kehadiran pendamping yang sigap akan memastikan seluruh tahapan pengobatan berjalan lancar tanpa terputus.
Inovasi Diskusi Kelompok Terarah Untuk Keluarga Pasien TB
Acara ini sengaja meninggalkan metode penyuluhan searah yang cenderung membosankan bagi para peserta. Tim pelaksana menerapkan pendekatan inovatif melalui forum Focus Group Discussion (FGD) secara langsung.
Skema interaktif ini sukses menciptakan ruang dialog yang cair dan komunikatif antar sesama anggota keluarga. Setiap peserta bebas bertukar pengalaman serta mencari solusi atas kendala perawatan medis yang mereka hadapi sehari-hari.
Pembagian Buku Panduan Praktis Perawatan Pasien TB Paru
Guna mendukung keberlanjutan program, Ns. Mila Triana Sari turut menyusun dan membagikan Buku Panduan Praktis. Buku cetak ini menjadi pegangan wajib bagi keluarga pasien TB Paru yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Penyusunan modul ini bertujuan mempermudah panduan perawatan harian serta pengawasan ketat saat pasien meminum obat. Selain itu, panduan ini memuat langkah konkrit pencegahan penularan kuman TB di lingkungan tempat tinggal.
“Media ini dirancang khusus untuk mempermudah keluarga dalam memahami tata cara perawatan harian, pengawasan minum obat, hingga langkah pencegahan penularan di lingkungan rumah,” ungkap Mila di sela kegiatan.
Kolaborasi Akademisi Dan Petugas Puskesmas Simpang Kawat
Berbagai pihak terkait hadir meramaikan jalannya kegiatan edukasi dan pendampingan masyarakat ini. Anggota keluarga pasien TB Paru tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sejak pagi.
Ketua Program TB Paru Puskesmas Simpang Kawat memandu langsung penyampaian teknis pelayanan medis dan prosedur kesehatan. Sejumlah mahasiswa UBR Jambi juga turun tangan mendampingi tiap kelompok diskusi agar berjalan tertib.
Sinergi antara kalangan akademisi dan fasilitas kesehatan publik ini di harapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat luas. Peran aktif keluarga kunci utama memutus rantai penularan penyakit menular di pemukiman warga.
Peningkatan kapasitas pendamping pasien akan mendorong angka kesembuhan penderita TB Paru secara signifikan. Wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat target utama tercapainya kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik.(ar)









