Jambi, oegopost.id – Pembina Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menyoroti krusialnya deteksi dini disleksia anak saat mengunjungi PAUD CBC Mawaddah Warrahmah. Kegiatan peninjauan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut berlangsung di PAUD Percontohan Binaan TP PKK Provinsi Jambi pada Selasa pagi.
Wanita yang akrab disapa Hesti Haris itu tiba di lokasi acara sekitar pukul 07.00 WIB. Kehadirannya didampingi Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman beserta jajaran pengurus daerah.
Rombongan menyambut kedatangan peserta didik baru dengan hangat dan ramah. Mereka menyapa anak-anak, melempar senyum, hingga menempelkan stiker sebagai bentuk sambutan hangat di hari keenam MPLS.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala PAUD/TK CBC Jambi Titin Sri Utami turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan peninjauan. Hesti Haris memberikan apresiasi tinggi kepada para pendidik yang konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi anak usia dini.
Pembiasaan Karakter Positif Sejak Hari Pertama Sekolah
Hesti menilai pelaksanaan masa pengenalan sekolah di lembaga tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Pengelola sekolah merancang kegiatan ini sebagai proses pembiasaan perilaku baik sejak anak pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.
Para guru menyusun alur pembiasaan karakter secara konsisten mulai dari kedatangan anak hingga proses belajar seraya bermain. Pengelola sekolah juga mengimbau orang tua murid untuk memberikan dukungan penuh selama proses adaptasi anak.
Dukungan orang tua menjadi modal utama, terutama bagi anak yang belum terbiasa berpisah dengan lingkungan keluarga. Kerja sama yang erat antara sekolah dan rumah akan mempercepat proses penyesuaian diri peserta didik.
Selain penguatan karakter dasar, Hesti menaruh perhatian besar pada penyediaan layanan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus. Pihaknya mendorong penguatan fasilitas pembelajaran bagi peserta didik yang memiliki tantangan tumbuh kembang tertentu.
Pentingnya Paham Disleksia Demi Masa Depan Anak
Masyarakat luas masih kerap salah memahami kondisi anak penyandang disleksia dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang keliru sering kali membuat orang tua memberikan penilaian yang salah terhadap potensi buah hati mereka.
Hesti menegaskan bahwa anak yang mengalami disleksia bukan berarti tidak memiliki kemampuan intelektual yang baik. Banyak penyandang disleksia justru menyimpan tingkat kecerdasan tinggi dan hanya memerlukan metode belajar yang sesuai.
Saat ini ketersediaan tenaga ahli penanganan disleksia di Indonesia masih sangat terbatas. PAUD CBC Mawaddah Warrahmah menjadi salah satu lembaga di Jambi yang memiliki fasilitas serta tenaga pendamping profesional tersebut.
Masyarakat umum yang membutuhkan layanan konsultasi disleksia dapat memanfaatkan fasilitas lembaga binaan PKK ini secara terbuka. Pengelola sekolah membuka pintu bantuan bagi orang tua meski anaknya tidak terdaftar sebagai murid resmi di sana.
Tim pembina PAUD Jambi juga berencana menggandeng Kementerian Hukum dan HAM untuk memperluas edukasi masyarakat. Langkah strategis ini bertujuan menghapus stigma negatif yang kerap merugikan perkembangan psikologis anak penyandang disleksia.
Sinergi Program Parenting Dan Asesmen Gaya Belajar
Sementara itu, Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman menjelaskan bahwa kegiatan MPLS diisi program edukasi orang tua. Pihak sekolah menggelar seminar pengasuhan anak melalui kerja sama resmi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Program bertajuk Jambi Bersholawat dari Kelas Orang Tua Hebat tersebut bertujuan memperluas wawasan pengasuhan keluarga. Kegiatan ini diharapkan sanggup memperkokoh peran aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia dini.
Pada kesempatan terpisah, Kepala PAUD CBC Jambi Titin Sri Utami menekankan bahwa MPLS menjadi fondasi penting pembentukan karakter murid. Pihak sekolah melengkapi kegiatan pengenalan ini dengan melakukan asesmen awal terhadap seluruh peserta didik baru.
Asesmen awal berfungsi memetakan kebiasaan, potensi, serta gaya belajar yang paling efektif bagi setiap anak. Langkah penelaahan tersebut memudahkan para guru dalam memberikan pendampingan khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus sejak awal masuk sekolah.(ar)









