Jambi, oegopost.id – Tiga mahasiswa Program Studi Kimia Industri FST Universitas Jambi mengolah silika gel limbah sawit menjadi produk penangkal kelembapan bernama DE-GREEN. Inovasi pemanfaatan sisa pembakaran kelapa sawit ini sukses mencuri perhatian publik dan meraih prestasi tingkat nasional.
Produk kreatif ini berhasil mengamankan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui ajang PKM-K 2026. Tim peneliti muda ini memenangkan kompetisi setelah menyisihkan ribuan proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim Mahasiswa UNJA Sukses Lolos Pendanaan Nasional
M. Padil Nazwan memimpin tim inovatif ini bersama dua rekannya, Hayatil Aisyah dan Najwa Sharfina. Dosen pembimbing Ir. Edwin Permana, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mendampingi seluruh proses riset hingga pengembangan karya.
Para mahasiswa mengekstraksi kandungan silika tinggi dari limbah Fly Ash & Bottom Ash (FABA) kelapa sawit. Mereka mengubah sisa pembakaran industri yang terbuang menjadi produk silika gel bernilai ekonomis tinggi.
Keunggulan DE-GREEN Sebagai Penyerap Kelembapan Ramah Lingkungan
DE-GREEN memiliki keunggulan utama dapat penggunanya reaktivasi atau gunakan kembali secara berulang. Kelebihan ini membedakan DE-GREEN dari produk penyerap kelembapan konvensional di pasaran yang bersifat sekali pakai.
Masyarakat dapat menghemat pengeluaran rumah tangga karena tidak perlu terus-menerus membeli produk penangkal jamur baru. Konsep pemakaian berulang ini juga mendukung upaya pengurangan sampah plastik dan pelestarian lingkungan.
Produk ini sangat ampuh menjaga pakaian di dalam lemari dari serangan jamur akibat kelembapan udara. Selain itu, DE-GREEN efektif melindungi dokumen penting serta menjaga kualitas penyimpanan barang hasil produksi UMKM.
Inovasi ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia mampu mengubah ancaman pencemaran lingkungan menjadi peluang bisnis. Pengolahan FABA sawit sekaligus membantu mengatasi penumpukan limbah padat industri kelapa sawit secara berkelanjutan.
Tim PKM-K UNJA Siapkan Langkah Produksi Massal
Suntikan dana segar dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) mendorong tim untuk segera merealisasikan komersialisasi produk. Mereka kini tengah fokus menyiapkan alur produksi massal dengan standar kualitas yang terjaga ketat.
Tim pengembang merancang kemasan modern yang praktis serta menarik bagi calon konsumen di pasar digital. Mereka juga telah menyusun strategi pemasaran terpadu untuk menjangkau para pelaku UMKM dan masyarakat luas.
Para mahasiswa optimistis produk DE-GREEN akan terus tumbuh menjadi unit bisnis mandiri yang berdaya saing tinggi. Langkah ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam menciptakan solusi bisnis yang inovatif dan ramah iklim.(ar)









