Disperindag Pastikan Takaran BBM SPBU Jambi Aman, Hasil Tera Malah Lebih 0,01 Liter

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disperindag Kota Jambi memastikan takaran BBM SPBU Jambi aman dan pas.( ilustrasi poto: ANTARA).

Disperindag Kota Jambi memastikan takaran BBM SPBU Jambi aman dan pas.( ilustrasi poto: ANTARA).

Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait isu manipulasi volume bahan bakar di sejumlah stasiun pengisian. Instansi terkait memastikan bahwa kondisi riil di lapangan menunjukkan kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mengawal langsung pengecekan berkala demi menjaga perlindungan konsumen secara optimal. Petugas memeriksa akurasi takaran BBM SPBU Jambi menggunakan peralatan standar yang telah terkalibrasi secara resmi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Nella Ervina memimpin langsung jalannya pengawasan intensif tersebut. Pihaknya menggandeng jajaran eksternal dari berbagai instansi lintas sektor untuk menjaga transparansi hasil pemeriksaan.

Tim gabungan melibatkan Hiswana Migas, Pertamina, Ombudsman Republik Indonesia, DPR RI dapil Jambi, serta Pemerintah Provinsi Jambi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat keabsahan proses pengujian di setiap lokasi sampling.

Hasil Pemeriksaan Tera Alat Ukur Pompa Bensin

Para pengawas menjalankan pemeriksaan teknis sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok fungsi (tupoksi) masing-masing. Fokus utama Disperindag Kota Jambi tertuju pada pengujian alat ukur meteran pompa dispenser.

Tim teknis melakukan tera ulang secara cermat guna mendeteksi potensi kecurangan kuantitas penjualan. Langkah ini menjadi instrumen utama dalam menegakkan keadilan takaran bagi masyarakat luas.

Baca Juga :  Optimalkan Sektor Pajak, Pemkab Batang Hari Serahkan Rancangan KUA-PPAS APBD 2027

Hasil pengujian mengejutkan para petugas karena tidak memperlihatkan adanya indikasi kecurangan sama sekali. Tim sama sekali tidak menemukan adanya pengurangan volume bahan bakar minyak pada nosel pengisian.

Data pengukuran lapangan justru membuktikan fenomena menarik yang menguntungkan para pengendara. Alat uji menunjukkan takaran dispenser melebihi batas minimal sekitar 0,01 liter untuk setiap pembelian satu liter.

Nella Ervina menegaskan fakta positif ini saat memberikan keterangan resmi kepada awak media. Hasil pengawasan membuktikan bahwa sistem mekanis pompa berfungsi normal tanpa rekayasa negatif.

Kondisi surplus volume tersebut sekaligus mematahkan berbagai rumor miring yang telanjur beredar di ruang publik. Fakta ini menegaskan bahwa pengelola tempat pengisian tetap menjaga integritas layanan mereka.

Batas Wewenang Pemerintah Dalam Uji Kualitas Bahan

Pemerintah daerah membatasi ruang lingkup pengawasan sesuai koridor hukum dan kemampuan fasilitas yang tersedia. Otoritas kota memisahkan antara pengawasan kuantitas fisik dan pengujian unsur kimiawi produk.

Nella menjelaskan bahwa instansinya tidak menyentuh aspek pengujian kualitas atau kadar oktan bahan bakar. Pemeriksaan spesifik tersebut memerlukan kelengkapan sarana yang berada di luar jangkauan wilayah kerjanya.

Baca Juga :  Anak Binaan LPKA Muara Bulian Kejar Pendidikan Lewat Ujian Kesetaraan

Pemerintah Kota Jambi belum memiliki laboratorium khusus untuk membedah komposisi kimia cairan bahan bakar. Keterbatasan instrumen pengujian ini membuat fokus daerah tetap berada pada aspek metrologi legal.

Meskipun demikian, jaminan kuantitas yang akurat sudah mampu memberikan ketenangan tersendiri bagi konsumen. Warga tidak perlu khawatir merugi saat membeli bahan bakar untuk kendaraan mereka.

Rencana Evaluasi Rutin Pengawasan Tera Secara Berkala

Manajemen Disperindag segera menyusun langkah taktis untuk mempertahankan tren positif hasil pengujian lapangan ini. Pihaknya tidak ingin capaian baik saat ini membuat petugas lengah di masa mendatang.

Otoritas perdagangan mengevaluasi jadwal pelaksanaan pengawasan tera yang saat ini berjalan berkala. Sistem kerja yang ada menetapkan agenda inspeksi sebanyak empat kali dalam satu tahun.

Pemerintah siap menambah frekuensi kunjungan lapangan jika eskalasi kebutuhan publik mulai meningkat. Langkah peningkatan intensitas ini bertujuan mempersempit ruang gerak oknum yang berniat curang.

Pengawasan yang lebih ketat akan melindungi hak ekonomi masyarakat dari potensi kerugian terstruktur. Kebijakan ini sekaligus menjadi bukti kehadiran negara dalam menjaga stabilitas niaga daerah.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UIN STS Jambi dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Bagi ASN Kampus
Banggar DPRD Jambi Sepakati Pembentukan Pansus Pengelolaan Aset Daerah
Gubernur Jambi Terima WALUBI, Perkuat Kerukunan Umat Beragama
Pelantikan Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi: UBR Dorong Sinergi Strategis Layanan Kesehatan
Kanwil Kemenkum Jambi Tingkatkan Kepastian Hukum Lewat Layanan Fidusia Elektronik
Wali Kota Sungai Penuh Perjuangkan Status Batas Kawasan Hutan Bukit Khayangan
Warung Berkah GJB Sungai Penuh Sediakan Makan Gratis Setiap Hari Jumat
Pembangunan Tugu TMMD Ke-129 di Bungo Masuki Tahap Finishing
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:30 WIB

UIN STS Jambi dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Bagi ASN Kampus

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:00 WIB

Gubernur Jambi Terima WALUBI, Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:00 WIB

Pelantikan Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi: UBR Dorong Sinergi Strategis Layanan Kesehatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:00 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Tingkatkan Kepastian Hukum Lewat Layanan Fidusia Elektronik

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:46 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Perjuangkan Status Batas Kawasan Hutan Bukit Khayangan

Berita Terbaru