Jambi, oegopost.id – Manajemen perusahaan perkebunan terus memperkuat komitmen lingkungan bersama masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan ancaman kebakaran lahan. Langkah nyata ini tercermin lewat optimalisasi program Desa Bebas Api Asian Agri yang digagas oleh perusahaan di wilayah Provinsi Jambi.
Pendekatan struktural yang berjalan secara konsisten kini berhasil mengubah perilaku masyarakat secara berkelanjutan dalam menjaga ekosistem desa. Program strategis ini terbukti memberikan kontribusi nyata dalam meminimalkan potensi bencana kabut asap di Kabupaten Tebo.
Sinergi yang melibatkan warga, jajaran pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan sukses membangun kesadaran kolektif dari tingkat bawah. Melalui skema tersebut, kemandirian masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman api terus meningkat secara signifikan.
Kolaborasi Sektoral Perkuat Kemandirian Desa Tangguh
Asian Agri mengawali inisiatif mitigasi ini sejak tahun 2017 dengan merangkul tujuh desa di Kabupaten Tebo. Wilayah tersebut meliputi Desa Suo Suo, Desa Semambu, Desa Teriti, Desa Muara Sekalo, Desa Tuo Sumay, Desa Lubuk Bernai, dan Desa Lubuk Lawas.
Dua desa binaan awal, yakni Lubuk Bernai dan Lubuk Lawas, mencatatkan keberhasilan luar biasa sejak tahun 2019. Kedua wilayah ini terbukti mampu menjalankan seluruh aktivitas pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara mandiri.
Kini giliran Desa Semambu yang menunjukkan prestasi serupa dengan mempertahankan status wilayah bebas kebakaran sepanjang periode pemantauan. Perusahaan mengapresiasi pencapaian tersebut melalui penyerahan penghargaan resmi pada agenda berkala di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo, Minggu (6/7/2026).
Dalam momentum yang sama, lima desa lain turut menandatangani komitmen kerja sama untuk periode pelaksanaan 2026–2027. Agenda strategis tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi beserta jajaran Forkopimda dan instansi terkait.
Pemanfaatan Teknologi Dukung Deteksi Dini Kebakaran
Regional Head Asian Agri Jambi, Dedy Raynold Pardede, menjelaskan bahwa dinamika perubahan iklim memicu tantangan pencegahan yang semakin berat. Fenomena alam seperti pergeseran musim kemarau menuntut kewaspadaan penuh dari seluruh elemen lapangan.
Pihaknya menyadari bahwa keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan memerlukan kerja sama terintegrasi yang kokoh. Perusahaan, aparat keamanan, dan warga harus bergerak bersama demi memutus rantai pemicu titik panas.
“Desa Bebas Api bukan sekadar sebuah program, tetapi upaya membangun budaya pencegahan kebakaran yang mengakar di tengah masyarakat,” ujar Dedy menegaskan.
Guna memaksimalkan pengawasan, manajemen menerapkan pemantauan titik panas secara berkala menggunakan perangkat teknologi modern. Tim di lapangan mengoperasikan armada drone untuk mempercepat proses deteksi dini di area terpencil.
Perusahaan juga membekali Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan rangkaian pelatihan teknis serta patroli terpadu yang terjadwal. Kolaborasi ini memperkuat semangat gotong royong warga dalam mengamankan ruang hidup mereka.
Apresiasi Pemerintah Terhadap Komitmen Insentif Lingkungan
Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, mengapresiasi konsistensi jangka panjang perusahaan dalam mengawal kelestarian wilayah teritorialnya. Menurut beliau, Kabupaten Tebo memiliki area hutan dan perkebunan luas yang sangat rentan terhadap ancaman kekeringan.
Pemerintah daerah menilai langkah edukasi pembukaan lahan tanpa membakar menjadi solusi jangka panjang yang sangat efektif. Skema insentif dalam program ini juga terbukti memicu kompetisi positif antar-desa untuk menjaga wilayah masing-masing.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada pemadaman, sehingga kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat,” tutur Nazar saat memberikan sambutan.
Kepala Desa Semambu, Heriantoni, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan fasilitas dan dana stimulus dari program ini. Penghargaan ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh warga untuk memperketat penjagaan lingkungan.
Pihak desa akan mengalokasikan insentif sebesar Rp50 juta tersebut sepenuhnya untuk membiayai operasional posko pencegahan kebakaran. Warga berharap jalinan kemitraan produktif ini dapat terus berlanjut demi kenyamanan lingkungan bersama di masa depan.(ar)









