Saat Empat Pejabat Terima Gelar Adat, Nama Azhar Hamzah Tak Masuk Daftar Penerima

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Kepala Daerah menerima Gelar adat pada Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh Termasuk Sekda Sungai penuh Alpian.( poto : istimewa )

Tiga Kepala Daerah menerima Gelar adat pada Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh Termasuk Sekda Sungai penuh Alpian.( poto : istimewa )

Sungai Penuh, oegopost.id – Prosesi Kenduri Sko Enam Luhah di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7), menjadi momen pemberian gelar kehormatan adat kepada sejumlah pemimpin daerah. Namun, di tengah prosesi tersebut, nama Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah belum tercantum dalam daftar penerima gelar adat yang diumumkan Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh.

Lembaga adat memberikan gelar kehormatan kepada Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Kerinci Monadi, dan Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian. Prosesi berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh adat, pejabat daerah, serta masyarakat.

Kehadiran para pemimpin daerah pada Kenduri Sko memperlihatkan kuatnya hubungan antara pemerintah dan lembaga adat. Tradisi tersebut juga menjadi simbol pelestarian budaya yang terus dijaga masyarakat Sungai Penuh.

Empat Pejabat Daerah Menerima Gelar Kehormatan Adat

Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh menetapkan empat tokoh sebagai penerima gelar adat tahun ini. Keputusan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas komitmen mereka dalam menjaga adat, budaya, dan pembangunan yang selaras dengan kearifan lokal.

Baca Juga :  Wabup Merangin Hadiri Pembukaan Jamda IX Jambi 2026, Dorong Pramuka Perkuat Karakter dan Kepemimpinan

Alfin menerima gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh. Al Haris menyandang gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh, Monadi memperoleh gelar Depati Sinaro Bumi Sakti, sedangkan Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

Masyarakat adat berharap para penerima gelar terus menjaga nilai budaya dalam menjalankan pemerintahan. Mereka juga mendorong para pemimpin agar tetap melibatkan adat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Lembaga Adat Belum Sampaikan Penjelasan Resmi

Di tengah pemberian gelar tersebut, nama Azhar Hamzah tidak masuk dalam daftar penerima penghargaan adat. Hingga seluruh rangkaian Kenduri Sko berakhir, Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh belum menyampaikan keterangan resmi mengenai dasar penetapan penerima gelar maupun alasan tidak tercantumnya nama Wakil Wali Kota Sungai Penuh tersebut.

Belum adanya penjelasan resmi membuat pertanyaan mengenai kriteria penerima gelar adat masih terbuka. Meski demikian, prosesi Kenduri Sko tetap berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kenduri Sko sendiri merupakan tradisi adat yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Sungai Penuh. Tradisi itu menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga warisan budaya yang di wariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga :  Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno Ikuti KPPD Lemhannas 2026

Alfin Sebut Gelar Adat Sebagai Sebuah Amanah

Usai menerima gelar adat, Alfin mengucapkan syukur dan menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut membawa tanggung jawab besar untuk terus menjaga adat dan mengabdi kepada masyarakat.

Menurut Alfin, penghargaan itu bukan sekadar simbol kehormatan. Ia berkomitmen menjaga adat istiadat, memperkuat persatuan masyarakat, serta mendorong pembangunan Kota Sungai Penuh dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya.

“Gelar adat ini bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi amanah untuk terus menjaga adat istiadat, memperkuat persatuan, serta mengabdikan diri bagi kemajuan Kota Sungai Penuh dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Alfin.

Panitia kemudian mengakhiri rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah dengan pertunjukan seni tradisional. Masyarakat mengikuti seluruh penampilan hingga acara berakhir dalam suasana meriah, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk terus melestarikan adat dan budaya Sungai Penuh.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan
Kanwil Kemenag Jambi Evaluasi Kinerja Triwulan III Demi Pelayanan Publik Berdampak
Kontingen Jambi Raih Prestasi Gemilang di PPSN VI 2026
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Pegadaian.(poto: istimewa).

Ekonomi

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:37 WIB