81 Posko Karhutla Jambi Disiagakan Hadapi Puncak Kemarau hingga Oktober 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan awal Juli 2026 menjadi puncak musim kemarau.( poto : halojambi.com )

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan awal Juli 2026 menjadi puncak musim kemarau.( poto : halojambi.com )

Jambi, oegopost.id – Pemerintah Provinsi Jambi membentuk 81 Posko Karhutla Jambi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. BPBD menempatkan posko di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan yang berada di 11 kabupaten dan kota.

BPBD menggandeng TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni, serta relawan Masyarakat Peduli Api. Seluruh personel bersiaga untuk mencegah, memantau, dan menangani kebakaran sejak dini.

BPBD Antisipasi Puncak Kemarau Dan Fenomena El Nino

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan awal Juli 2026 menjadi puncak musim kemarau. Pada periode yang sama, fenomena El Nino ikut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Bachyuni memperkirakan kondisi tersebut berlangsung hingga akhir September. Risiko itu bahkan dapat berlanjut sampai Oktober 2026.

“Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung pada Juli sampai akhir September, bahkan Oktober 2026,” kata Bachyuni di Jambi, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga :  Jambi Dorong Ekspor Kopi Kerinci Lewat Pelabuhan Sendiri

BPBD membentuk puluhan posko untuk mempercepat pencegahan karhutla. Langkah ini juga memperkuat koordinasi seluruh petugas di lapangan.

BPBD Catat Ribuan Hotspot Sejak Awal Tahun

BPBD Provinsi Jambi mencatat 1.463 hotspot berdasarkan pemantauan Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP selama 1 Januari hingga 29 Juni 2026.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 451 titik. Muaro Jambi menyusul dengan 339 titik.

Sarolangun mencatat 199 titik panas. Merangin memiliki 138 titik, sedangkan Tanjung Jabung Timur mencatat 99 titik.

Tebo memiliki 84 titik panas. Batang Hari mencatat 71 titik dan Bungo 53 titik.

Kerinci memiliki 21 titik panas. Kota Jambi mencatat tujuh titik, sedangkan Sungai Penuh hanya satu titik.

BPBD menggunakan data tersebut untuk menentukan wilayah prioritas pengawasan. Petugas kemudian memusatkan kesiapsiagaan di daerah yang memiliki risiko paling tinggi.

Baca Juga :  Muscab PAN Jambi: Lima DPC Resmi Ditetapkan untuk Perkuat Struktur Partai

Posko Percepat Pelaporan Dan Penanganan Titik Api

Setiap posko menyiapkan 10 personel lengkap dengan peralatan pemadaman. Petugas juga mengedukasi masyarakat mengenai bahaya karhutla.

Petugas memantau kawasan rawan setiap hari. Mereka langsung melaporkan setiap temuan titik api ke posko induk di Korem 042/Garuda Putih dan posko udara di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sistem pelaporan tersebut mempercepat koordinasi antarpetugas. Tim penanganan dapat segera bergerak ketika menerima laporan dari lapangan.

BPBD juga mencatat luas lahan terbakar mencapai 137,72 hektare selama semester pertama 2026. Batang Hari mencatat 36,42 hektare, Sarolangun 44,90 hektare, dan Tanjung Jabung Barat 33,40 hektare.

Bachyuni menegaskan BPBD membentuk 81 posko untuk menekan risiko kebakaran selama musim kemarau.

“Kami membuat 81 posko tersebar di seluruh wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan dalam rangka melakukan antisipasi terjadi karhutla,” ujar Bachyuni.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jambi Perkuat Komunikasi Publik Lewat Diskusi Bersama Media
PWI Jambi Benahi Data Anggota, Ridwan Agus Targetkan Organisasi Makin Profesional
Wali Kota Sungai Penuh Apresiasi Sunatan Massal Minker-JS ke-13
Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:00 WIB

Polda Jambi Perkuat Komunikasi Publik Lewat Diskusi Bersama Media

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:00 WIB

PWI Jambi Benahi Data Anggota, Ridwan Agus Targetkan Organisasi Makin Profesional

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:22 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Apresiasi Sunatan Massal Minker-JS ke-13

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI

Berita Terbaru

Sepanjang Mei 2026, Provinsi Jambi membukukan nilai ekspor sebesar US$194,72 juta. Nilai itu turun 5,27 persen dari US$205,55 juta pada April 2026.( ilustrasi poto : istimewa)

Bisnis

Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 21:00 WIB