Sungai Penuh, oegopost.id – Masyarakat Luhah Rio Mendiho menyambut kedatangan Tiang Karamentang dalam rangkaian kenduri sko sungai penuh dengan penuh antusias. Sejak awal, warga langsung terlibat aktif, sehingga suasana adat terasa hidup dan sarat kebersamaan.
Sejak pagi hari, warga berkumpul di lokasi untuk memulai proses penebangan bteung. Selain itu, mereka bekerja sama tanpa henti agar Tiang Karamentang dapat segera disiapkan.
Kemudian, warga mengangkat bteung secara bersama-sama menuju lokasi. Dengan demikian, proses arak-arakan berlangsung tertib, sekaligus menunjukkan kekuatan gotong royong yang masih terjaga.
Arak-Arakan Penuh Semangat Kebersamaan
Selanjutnya, masyarakat mengiringi perjalanan Tiang Karamentang menuju lokasi yakni Luhah Rio Mendiho. Sepanjang perjalanan, warga terus menjaga kekompakan agar prosesi tetap berjalan lancar.
Selain itu, masyarakat lain ikut memadati sisi jalan untuk menyaksikan langsung prosesi tersebut. Akibatnya, suasana menjadi semakin meriah dan penuh semangat adat.
Setibanya di lokasi, warga langsung menyambut Tiang Karamentang dengan pertunjukan hulu baleang. Di sisi lain, atraksi silat tradisional ini juga menjadi daya tarik utama dalam rangkaian acara.
Selanjutnya, para pesilat menampilkan gerakan khas yang mencerminkan kekuatan budaya lokal. Oleh karena itu, warga yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan tersebut.
Lantunan Sike Hidupkan Suasana Tradisi
Setelah itu, lantunan sike menggema saat Tiang Karamentang mulai memasuki Luhah Rio Mendiho. Dengan demikian, suasana adat menjadi semakin kuat dan terasa sakral.
Selain itu, para anak janteang, anak batino ikut mengiringi prosesi dengan penuh semangat. Akibatnya, jalannya acara terlihat lebih hidup dan selaras dengan nilai tradisi yang diwariskan.
Kemudian, ratusan warga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Mereka tidak hanya hadir, tetapi juga terlibat secara emosional dalam setiap prosesi.
Di sisi lain, Tiang Karamentang menjadi simbol penting dalam Kenduri Sko. Oleh karena itu, masyarakat memaknai prosesi Manyambouk Tiang Karamentang sebagai bentuk penguatan persaudaraan.
Akhirnya, masyarakat Luhah Rio Mendiho terus menjaga tradisi ini agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Selain itu, mereka juga mendorong generasi muda untuk memahami nilai adat secara langsung.
Dengan demikian, Kenduri Sko Sungai Penuh tidak hanya menjadi acara adat, tetapi juga sarana pelestarian budaya yang memperkuat identitas masyarakat Sungai Penuh.(ar)









