Jambi, oegopost.id – Operasi Modifikasi Cuaca menunjukkan hasil positif dalam menjaga curah hujan di Provinsi Jambi.
Pemerintah menjalankan langkah ini untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat memasuki musim rawan kekeringan.
Komandan Komando Resor Militer (Korem) 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, menyebut hasil operasi terlihat langsung dari kondisi cuaca di sejumlah wilayah.
Nyamin menjelaskan pelaksanaan operasi berlangsung dalam dua tahap. PT Wirakarya Sakti menjalankan tahap pertama mulai 18 Mei hingga 6 Juni 2026.
Tim penerbangan melaksanakan 20 sortie selama tahap pertama berlangsung. Tim menyelesaikan seluruh agenda operasi sesuai jadwal.
BNPB Teruskan Tahap Kedua Operasi
Setelah tahap pertama selesai, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melanjutkan tahap kedua sejak 5 Juni dan menjadwalkan operasi sampai 12 Juni 2026.
Sampai saat ini, tim telah menjalankan delapan penerbangan untuk menyemai garam atau natrium klorida (NaCl) di beberapa wilayah yang berpotensi membentuk awan hujan.
Tim memilih area yang memiliki peluang terbentuknya hujan agar proses penyemaian memberikan hasil yang maksimal.
Nyamin mengatakan indikator keberhasilan operasi terlihat dari masih turunnya hujan di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Selain memantau curah hujan, petugas juga memantau kondisi lahan gambut.
Hasil pemantauan menunjukkan tinggi muka air di kawasan gambut masih berada pada kondisi normal sehingga risiko kebakaran belum meningkat.
Meski kondisi saat ini masih terkendali, Nyamin meminta semua pihak tetap menjaga kesiapsiagaan.
Ia menegaskan perusahaan perkebunan dan kehutanan di Provinsi Jambi harus ikut menjalankan langkah pencegahan karhutla.
Perusahaan Diminta Bergerak Aktif
Nyamin meminta perusahaan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk menghadapi potensi kebakaran.
Perusahaan juga perlu menempatkan personel regu pemadam di setiap area operasional agar dapat bergerak cepat saat muncul ancaman.
Selain itu, perusahaan perlu menjalankan mitigasi bersama masyarakat sekitar.
Kegiatan mitigasi tersebut mencakup edukasi kebencanaan, terutama pada wilayah yang masih menghadapi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Nyamin menilai keterlibatan dunia usaha akan memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga wilayah Jambi dari ancaman karhutla.
Ia menegaskan langkah pencegahan yang dilakukan lebih awal akan memberi hasil yang lebih baik dibanding penanganan setelah kebakaran terjadi.(ar)









