Batang Hari, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Batang Hari melanjutkan program rumah relokasi bagi warga terdampak banjir pada 2026.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menyediakan hunian yang lebih layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Batang Hari, A. Somad, menyampaikan bahwa pihaknya menerima konfirmasi dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR terkait tambahan pembangunan rumah relokasi.
“Alhamdulillah sekitar satu bulan lalu kami sudah mendapat konfirmasi dari balai dan kementerian bahwa pada 2026 akan dibangun tambahan 48 unit rumah relokasi,” kata A. Somad di Muara Bulian, Senin.
Kebutuhan Relokasi Bertambah di Lapangan
Pemerintah daerah sebelumnya menetapkan kebutuhan rumah relokasi sebanyak 72 unit. Pemerintah kemudian menyelesaikan pembangunan 30 unit rumah dan terus mengejar kekurangan 42 unit lainnya.
Tim pendataan di lapangan kemudian memperbarui data dan menemukan peningkatan jumlah warga terdampak banjir. Hasil revisi mencatat sekitar 120 hingga 150 kepala keluarga membutuhkan relokasi.
A. Somad mengatakan pihaknya langsung mengajukan tambahan bantuan ke Kementerian PUPR setelah data terbaru keluar. Pemerintah daerah menilai kondisi ini perlu penanganan cepat agar warga segera mendapatkan kepastian hunian.
Pemerintah pusat menyetujui penambahan 48 unit rumah relokasi untuk Kabupaten Batang Hari pada 2026. Tambahan ini memperkuat upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan hunian warga terdampak banjir.
Pemerintah daerah mengatur pembangunan secara bertahap agar seluruh proses berjalan sesuai rencana. A. Somad menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan agar seluruh keluarga terdampak bisa segera menempati rumah baru.
Pemkab Mulai Siapkan Lahan Relokasi
Selain menunggu pembangunan, pemerintah daerah mulai mengerjakan persiapan lahan relokasi. Tim di lapangan melakukan pembersihan area untuk memastikan lokasi siap digunakan.
Dinas PUPR Batang Hari mendukung proses tersebut dengan menurunkan peralatan berat untuk mempercepat pekerjaan land clearing. Pemerintah daerah mengerjakan tahap awal ini sebagai bagian dari kewajiban teknis sebelum pembangunan dimulai.
“Per hari ini pekerjaan sudah mulai kami laksanakan bersama Dinas PUPR yang memiliki peralatan,” ujar A. Somad.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari menargetkan program relokasi berjalan berkelanjutan hingga seluruh warga terdampak banjir memperoleh hunian baru. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan pembangunan tepat sasaran.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko bencana di kawasan permukiman rawan banjir. Dengan penambahan unit rumah dan percepatan penyiapan lahan, pemerintah berharap proses relokasi berjalan lebih efektif pada tahun-tahun berikutnya.(ar)









